KALIMANTAN BARAT — Sebanyak 20,9% anak Indonesia atau sekitar 1 dari 4 tumbuh tanpa kehadiran figur ayah. Menjawab persoalan itu, Generali Indonesia bersama Komunitas Ibu Profesional membawa program BERGEMA bertema "Aku dan Bapakku" ke 50 kota sepanjang 2026 dengan target 1.000 anak.
PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia menggandeng Yayasan Jarimatika atau Komunitas Ibu Profesional untuk menggelar program BERGEMA (Berbagi Bergerak Bersama). Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar, bermain, dan bertumbuh bagi anak serta orang tua dari keluarga rentan. Sepanjang 2026, program menyasar 1.000 anak di 50 kota sekaligus menyalurkan donasi pendidikan.
Angka fatherless di Indonesia menjadi alasan tema tahun ini dipilih. Data yang dipegang penyelenggara menyebut 20,9% anak Indonesia tumbuh tanpa figur ayah. Karena itu BERGEMA mengusung tema "Aku dan Bapakku" untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan.
Rangkaian Aktivitas untuk Ayah dan Anak
Setiap keluarga yang ikut diajak masuk ke sejumlah aktivitas interaktif. Ada permainan kolaboratif ayah dan anak, sesi parenting, edukasi perencanaan keuangan keluarga, hingga play-based learning. Peserta juga menerima learning kit agar aktivitas belajar dan bermain bisa lanjut di rumah.
Devi Heriani, Head of Marketing and Communications sekaligus Program Manager THSN Indonesia, menyebut keluarga adalah lingkungan pertama dan terpenting bagi tumbuh kembang anak.
"Melalui program BERGEMA, kami ingin menghadirkan ruang yang memungkinkan orang tua dan anak belajar, bermain, dan bertumbuh bersama. Interaksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi perkembangan anak, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga," ujarnya.
Surabaya Jadi Bagian Rangkaian BERGEMA
Untuk wilayah Surabaya, kegiatan BERGEMA digelar Sabtu, 3 Oktober 2026 di Taman Harmoni, Jalan Keputihan Tegal Timur II No. 249. Acara ini dihadiri jajaran karyawan serta tenaga pemasar Generali Indonesia.
Pelaksanaan di Surabaya menjadi bagian dari rangkaian yang bergulir bertahap di sejumlah kota di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Septi Peni Wulandani, Founder Komunitas Ibu Profesional, menambahkan bahwa bermain adalah bahasa pertama anak. Lewat bermain, anak belajar sekaligus membangun kedekatan dengan keluarga sebagai sekolah pertamanya.
"Dengan tema 'Aku dan Bapakku', kami ingin semakin banyak ayah menyadari bahwa kehadiran mereka bukan sekadar membantu pengasuhan, tetapi menjadi bagian yang tidak tergantikan dalam proses tumbuh kembang anak," kata Septi.
Donasi Rp1,2 Miliar dan Jejak THSN
Program BERGEMA tahun ini bersumber dari donasi yang terkumpul pada 2025 senilai Rp1,2 miliar. Dana itu disalurkan langsung melalui Yayasan Jarimatika.
The Human Safety Net sendiri merupakan gerakan sosial global Generali Group yang beroperasi di 26 negara. Gerakan ini membuka potensi masyarakat rentan agar bisa mentransformasi kehidupan keluarga dan komunitasnya, dengan penggalangan donasi tahunan yang melibatkan karyawan, agen pemasar, mitra, dan masyarakat umum.
Kerja sama Generali Indonesia dan Komunitas Ibu Profesional dalam menggaungkan program THSN berjalan sejak 2020. Sejak debutnya pada 2018, THSN Indonesia telah memberi dampak kepada lebih dari 40.000 anak dan keluarga lewat inisiatif di bidang pendidikan, nutrisi, ketahanan keluarga, hingga literasi keuangan dan pemahaman asuransi. Secara global, THSN menjangkau 1,3 juta orang rentan dan melibatkan lebih dari 11.000 karyawan serta agen Generali Group.
"Program-program The Human Safety Net merupakan bagian dari komitmen Generali Indonesia dalam menjalankan perannya sebagai responsible corporate citizen," tutup Devi.
Yang Perlu Ibu Tahu soal Peran Ayah
Kehadiran ayah bukan pelengkap dalam pengasuhan. Anak yang tumbuh dengan keterlibatan ayah cenderung lebih percaya diri dan mampu mengelola emosi dengan lebih baik. Interaksi sederhana seperti bermain bersama setiap hari sudah memberi dampak besar.
Bagi ibu yang ingin mengajak pasangan lebih aktif, mulai dari aktivitas kecil yang konsisten. Biarkan ayah mengambil peran dalam rutinitas anak, misalnya mandi, membacakan cerita, atau menemani bermain sebelum tidur. Konsistensi lebih penting daripada durasi panjang yang jarang dilakukan.