Pencarian

Antam Bangun Pabrik Emas Rp 1,1 T di Gresik, Kapasitas Produksi Naik 30 Ton per Tahun

Jumat, 11 September 2026 • 08:39:01 WIB
Antam Bangun Pabrik Emas Rp 1,1 T di Gresik, Kapasitas Produksi Naik 30 Ton per Tahun
Antam membangun fasilitas manufaktur logam mulia di Gresik dengan estimasi investasi Rp 1,1 triliun.

JAKARTA — Antam membangun fasilitas manufaktur logam mulia di Gresik dengan proyeksi kapasitas 30-40 ton per tahun. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira, menyampaikan hal itu dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Estimasi investasi proyek ini mencapai Rp 1,1 triliun. Kepemilikannya 100 persen di tangan Antam, tanpa mitra joint venture.

Kapasitas Produksi dan Produk yang Dihasilkan

Selain kapasitas 30-40 ton per tahun, pabrik Gresik diproyeksikan mencetak hingga 5 juta keping emas batangan dan koin emas per tahun. Kadar kemurnian produknya mencapai 99,99 persen.

"Salah satu pengembangan strategis utama kami adalah kami sedang membangun fasilitas manufaktur logam mulia kami di Gresik dengan proyeksi kapasitasnya kurang lebih sekitar 30-40 ton per tahun," ujar Arini.

Fasilitas ini memperbesar kemampuan manufaktur Antam. Tujuannya, memenuhi permintaan emas investasi di dalam negeri yang terus tumbuh.

Pangsa Pasar Antam dan Strategi Mempertahankannya

Posisi Antam di pasar emas domestik ditopang pangsa pasar lebih dari 60 persen. Perseroan menjaga posisi itu lewat sejumlah langkah: memastikan ketersediaan bahan baku, meningkatkan kapasitas manufaktur, memperkuat bauran produk, dan memperluas akses pasar.

"Pengembangan ini akan memperkuat posisi logam mulia Antam yang saat ini memiliki pangsa pasar 60 persen, sekaligus meningkatkan kapasitas Antam dalam memenuhi permintaan pasar domestik," sambung Arini.

Bagi pelanggan ritel, tambahan kapasitas ini berpotensi menjaga ketersediaan stok emas batangan dan koin emas di pasar. Produk emas Antam selama ini menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat kelas menengah.

Target Operasional dan Konteks Hilirisasi

Pabrik Gresik ditargetkan mulai beroperasi komersial pada 2028. Artinya, ada jeda sekitar dua tahun dari pengumuman ini hingga produksi perdana.

Proyek ini sejalan dengan agenda hilirisasi pemerintah yang mendorong pengolahan komoditas di dalam negeri, bukan sekadar ekspor bahan mentah. Antam memposisikan diri sebagai pemain utama di rantai nilai emas domestik, dari penambangan hingga produk jadi.

Kehadiran pabrik baru ini akan menentukan apakah Antam bisa mempertahankan dominasinya di pasar emas nasional, di tengah meningkatnya minat investasi logam mulia di kalangan masyarakat Indonesia.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks