Pencarian

Presiden Prabowo Instruksikan Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan

Senin, 07 September 2026 • 14:22:31 WIB
Presiden Prabowo Instruksikan Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan
Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas mengenai penambahan anggaran mitigasi bencana di Kantor Presiden, Jakarta.

KALIMANTAN BARAT — Dalam rapat yang dihadiri para menteri koordinator dan kepala lembaga tersebut, Presiden menegaskan bahwa kondisi geografis Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik atau ring of fire menuntut kesiapan permanen. Ia menyebut sejumlah bencana yang masih terjadi, mulai dari gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi pekerjaan rumah besar.

"Jadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian, jauh sebelumnya kita siapkan," ujar Presiden Prabowo dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Senin (7/9).

Prinsip "Lebih Baik Lebih daripada Kurang" untuk Alat Utama

Presiden menginstruksikan pemenuhan sarana dan prasarana penanggulangan bencana dengan prinsip “lebih baik lebih daripada kurang”. Instruksi ini ditujukan langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Keuangan, serta Kepala Bappenas untuk merealisasikan penambahan alokasi dalam anggaran.

"Berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik," tegasnya di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih.

Kapal Induk Helikopter dari Italia untuk Water Bombing

Untuk memperkuat respons karhutla, Kepala Negara memaparkan rencana pengoperasian kapal induk helikopter yang akan segera masuk ke jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut. Kapal yang berasal dari Italia tersebut akan diubah fungsinya menjadi kapal induk helikopter dan drone.

"Itu kemampuannya untuk bisa menampung 10 helikopter kelas menengah, medium helicopter, 10. Saya kira itu sejenis Black Hawk dan sejenis MI-17, yang rata-rata bisa mengangkut 4 sampai 5 ton air," papar Presiden Prabowo dalam rapat tersebut.

Dengan kapasitas tersebut, Presiden menilai armada pemadam udara bisa segera merapat ke titik api yang paling banyak membutuhkan penanganan. Selain menambah armada udara, ia juga meminta penambahan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca (OMC).

BRIN Diminta Riset Zat Penyemaian Awan yang Efisien

Presiden Prabowo turut mengarahkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan riset zat paling efisien guna mempercepat proses penyemaian awan. Langkah ini dinilai krusial untuk mengatasi karhutla yang kerap memicu kabut asap lintas batas wilayah.

Sementara itu, terkait penanganan gempa bumi di Flores dan sejumlah bencana di wilayah Sumatra, Presiden memberikan apresiasi atas respons cepat aparat di lapangan. Pemerintah, menurut dia, memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terus dipulihkan secara optimal.

Rapat terbatas ini menjadi sinyal kuat perubahan kebijakan fiskal pemerintah dalam prioritas penanggulangan bencana. Sebelumnya, anggaran mitigasi kerap dikalahkan oleh belanja tanggap darurat yang nilainya membengkak saat bencana terjadi.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: nasional.tvrinews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks