Pencarian

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.880 Pekan Depan, Indeks Dolar AS Bergejolak di Tengah Konflik Global

Minggu, 16 Agustus 2026 • 23:39:01 WIB
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.880 Pekan Depan, Indeks Dolar AS Bergejolak di Tengah Konflik Global
Rupiah diprediksi melemah ke kisaran Rp17.880 per dolar AS pada pekan depan seiring fluktuasi indeks dolar AS di tengah konflik global.

KALIMANTAN BARAT — Penguatan tipis rupiah pada penutupan perdagangan akhir pekan dinilai belum cukup menjadi tameng menghadapi tekanan eksternal. Sentimen positif dari pidato Nota Keuangan RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto kalah dominan dibandingkan risiko geopolitik global yang tengah memanas.

Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Minggu (16/8/2026), menyebut indeks dolar AS berpotensi bergerak fluktuatif dengan level support di 99,00 dan resistance 101,90. Bahkan, indeks dolar disebut bisa menyentuh resistance 102,00 dalam perdagangan pekan depan.

Lima Konflik Global yang Membayangi Pergerakan Rupiah

Ibrahim menjelaskan pasar akan mencermati eskalasi sejumlah konflik geopolitik yang berpotensi memicu permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman (safe haven). Ketegangan tersebut juga berisiko mendorong harga minyak mentah dunia naik lebih tinggi.

  • Ketegangan di Timur Tengah dan hubungan Amerika Serikat-Iran
  • Konflik Laut Merah yang mengganggu jalur pelayaran internasional
  • Serangan terhadap kilang minyak di Nigeria
  • Perang Rusia-Ukraina yang masih berlanjut

“Untuk rupiah sendiri, walaupun kemarin menguat karena pidato presiden tentang APBN 2027 cukup bagus, ada kemungkinan rupiah dibuka melemah karena faktor eksternal. Rentangnya di Rp17.820 sampai Rp17.880 per dolar AS,” ujar Ibrahim.

Sentimen Domestik Belum Mampu Lawan Tekanan Eksternal

Pasar sempat merespons positif pidato Nota Keuangan RAPBN 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (14/8). Respons tersebut mendorong rupiah menguat 50 poin pada penutupan perdagangan akhir pekan.

Meski demikian, penguatan tersebut dipandang hanya bersifat sementara. Investor global cenderung beralih ke aset-aset berdenominasi dolar AS ketika ketidakpastian meningkat, sehingga tekanan terhadap mata uang negara berkembang seperti rupiah sulit dihindari.

Pergerakan indeks dolar AS menjadi kunci utama yang akan menentukan arah nilai tukar rupiah pekan depan. Jika indeks dolar menembus resistance 102,00, tekanan jual terhadap rupiah berpotensi semakin besar.

Investasi mengandung risiko.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks