JAKARTA — Prestasi olahraga Kalimantan Barat di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) terus merosot dalam satu dekade terakhir. Pada PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara, Kalbar hanya mampu duduk di peringkat ke-26 dengan raihan 4 emas, 7 perak, dan 19 perunggu. Padahal, pada PON XVIII/2012 Riau, provinsi ini masih bertengger di peringkat ke-16 dengan 6 emas, 6 perak, dan 13 perunggu.
Kondisi inilah yang mendorong KONI Pusat memberikan arahan tegas kepada jajaran KONI Kalbar. Waketum I KONI Pusat Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno menegaskan bahwa Porprov XIV Kalbar harus menjadi momentum kebangkitan, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Porprov Jadi Gerbang Menuju PON 2028 NTT-NTB
Suwarno mengingatkan bahwa Porprov adalah tahapan krusial dalam pembinaan atlet menuju PON XXII/2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Ia menekankan, penyusutan jumlah cabang olahraga (cabor) dari rencana awal 58 menjadi 38 bukanlah masalah selama cabor yang dipertandingkan merupakan unggulan daerah.
“Penyusutan jumlah cabang olahraga di Porprov bukan menjadi persoalan, selama cabang yang dipertandingkan benar-benar merupakan cabang olahraga unggulan dan layak dipertandingkan,” tegas Suwarno dalam rilis yang diterima redaksi.
Ia juga menyoroti bahwa PON mendatang hanya akan mempertandingkan cabor Olimpiade. Oleh karena itu, KONI Kalbar diminta mulai memetakan atlet potensial sejak Porprov untuk diproyeksikan mengikuti babak kualifikasi.
Efisiensi Anggaran Pangkas 20 Cabor, Swasta Jadi Penopang
Sekretaris Umum KONI Kalbar Raden Hidayatullah Kusumadilaga mengungkapkan, penurunan jumlah cabor dari 58 menjadi 38 disebabkan efisiensi anggaran daerah. Kondisi serupa juga dirasakan sejumlah kabupaten seperti Ketapang dan Sintang yang kesulitan membiayai pembinaan.
“Selama dua bulan terakhir kami tetap menjalankan pembinaan di tengah efisiensi anggaran dengan menggandeng pihak swasta. Kami termotivasi oleh KONI Pusat yang mampu menyelenggarakan multievent tanpa bergantung pada anggaran pemerintah,” ujar Raden.
Meski anggaran terbatas, KONI Kalbar tetap mendorong setiap kabupaten dan kota untuk membina minimal dua cabor unggulan. Langkah ini dinilai strategis sebagai fondasi menuju PON 2028.
Standar Venue dan Pemetaan Atlet Jadi Prioritas
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Pusat Brigjen TNI Purn Ahmad Saefudin menambahkan, Porprov XIV harus menjadi ajang pemetaan potensi atlet sekaligus tolok ukur standar penyelenggaraan. Ia meminta KONI Kalbar mulai menata venue pertandingan agar layak menjadi tempat kualifikasi PON.
“Saya berharap 38 cabang olahraga yang dipertandingkan dapat menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang sekaligus langkah awal menuju PON. Hasil Porprov inilah yang nantinya menjadi dasar menghadapi babak kualifikasi PON,” kata Saefudin.
Ketua Umum KONI Kalbar Daud Yordan menyampaikan apresiasi atas arahan KONI Pusat. Ia berjanji akan segera mengimplementasikan hasil audiensi hingga ke tingkat kabupaten dan kota. “Arahan dan informasi yang kami peroleh akan segera kami tindak lanjuti. Kami berharap langkah ini menjadi solusi bersama untuk memajukan olahraga di Provinsi Kalimantan Barat,” ujar Daud.