Pencarian

Pemkot Singkawang Upayakan Penerbangan Pagi, Bandara Terdampak Kabut Asap Karhutla Sebulan

Minggu, 20 September 2026 • 23:38:32 WIB
Pemkot Singkawang Upayakan Penerbangan Pagi, Bandara Terdampak Kabut Asap Karhutla Sebulan
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie memimpin pembahasan penyesuaian jadwal penerbangan pagi di Bandara Singkawang.

Pemerintah Kota Singkawang mengupayakan penyesuaian jadwal penerbangan ke slot pagi agar operasional Bandara Singkawang kembali berjalan di tengah gangguan kabut asap karhutla. Opsi tersebut dibahas Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono, BMKG Stasiun Singkawang, AirNav Indonesia Cabang Pontianak, dan perwakilan maskapai. Gangguan operasional bandara selama sekitar satu bulan disebut berdampak pada sektor pariwisata, perhotelan, hingga usaha kuliner dan restoran.

SINGKAWANG — Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyatakan penerbangan pagi dipertimbangkan karena jarak pandang pada waktu tersebut cenderung lebih baik sehingga mendukung aspek keselamatan penerbangan. Pembahasan melibatkan Komandan Lanud Supadio Pontianak Marsma TNI Sidik Setiyono, BMKG Stasiun Singkawang, AirNav Indonesia Cabang Pontianak, dan perwakilan maskapai.

Menurut Tjhai Chui Mie, salah satu poin utama yang didiskusikan adalah penggunaan slot time di luar jadwal resmi operasional Bandara Kota Singkawang pada kondisi karhutla.

"Salah satu poin utama yang didiskusikan terkait penggunaan slot time di luar jadwal resmi operasional di Bandara Kota Singkawang pada kondisi karhutla. Penyesuaian ini dilakukan mempertimbangkan kondisi jarak pandang (visibility) yang jauh lebih ideal pada pagi hari untuk keselamatan penerbangan," kata Tjhai Chui Mie.

Bandara Tidak Beroperasi Sebulan, Sektor Kuliner hingga Perhotelan Terdampak

Gangguan operasional Bandara Singkawang selama sekitar satu bulan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Dampak tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga pariwisata, perhotelan, usaha kuliner, dan restoran yang bergantung pada mobilitas masyarakat dari luar daerah.

"Langkah-langkah ini kami upayakan demi pergerakan perekonomian Kota Singkawang. Selama satu bulan bandara tidak beroperasi, dampaknya sangat terasa pada sektor pariwisata, perhotelan, hingga usaha kuliner dan restoran," ujarnya.

Menunggu Pemasangan ILS, Skema Penerbangan Pagi Jadi Solusi Jangka Pendek

Pemkot Singkawang sebelumnya telah berkoordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, dan maskapai untuk membahas skema penerbangan pagi sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu pemasangan Instrument Landing System (ILS).

"Kami akan terus berkomitmen dan memberi dukungan penuh agar Bandara Singkawang dapat segera beroperasi kembali secara normal seperti sediakala," katanya.

Keselamatan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap penyesuaian operasional bandara. Keputusan terkait waktu penerbangan akan menyesuaikan kondisi cuaca dan jarak pandang di lapangan.

Pemkot Apresiasi Dukungan Lanud Supadio hingga Maskapai

Pemkot Singkawang mengapresiasi dukungan Lanud Supadio, AirNav Indonesia, BMKG, dan maskapai dalam mencari solusi untuk memulihkan konektivitas udara dari dan menuju Singkawang. Dengan penyesuaian operasional tersebut, pemerintah daerah berharap penerbangan di Bandara Singkawang dapat kembali berjalan sehingga konektivitas masyarakat dan aktivitas perekonomian daerah berangsur pulih.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks