KALIMANTAN BARAT — Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, merilis hasil investigasi pabrikan terkait insiden kendaraan listrik BYD Tang yang kehilangan komponen saat melintasi genangan di Shenyang, China. Dalam keterangan resminya, Luther menyatakan komponen tersebut terlepas setelah underbody mobil membentur penutup lubang saluran air yang terangkat akibat terendam air.
"Diduga fisik dan material penutup serta kondisi benturan sangat keras menyebabkan komponen tersebut sampai terlepas," tulis Luther. Ia menegaskan kejadian ini murni kecelakaan dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Bukan Motor Listrik, tapi Komponen Lain
Viral di media sosial, banyak warganet menduga komponen yang copot adalah motor listrik belakang SUV tersebut. Namun, video yang beredar tidak secara jelas memperlihatkan jenis komponen maupun penyebab kerusakan. BYD pun tidak merinci secara spesifik nama komponen yang terlepas dalam pernyataan resminya.
Insiden ini terjadi kurang dari sepekan setelah BYD kembali mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak menjadikan fitur tahan air sebagai alasan untuk menerobos banjir. Executive Vice President BYD, He Zhiqi, menegaskan sertifikasi IP67 dan IP68 pada Blade Battery dirancang sebagai fitur keselamatan darurat, bukan untuk mendorong pengemudi melintasi genangan dalam.
Peringatan BYD soal Fitur Tahan Air
He Zhiqi menjelaskan bahwa paket baterai bersertifikasi IP67 dan IP68 memang memberikan perlindungan terhadap masuknya air sesuai standar uji tertentu. Namun, ia menekankan sertifikasi itu tidak bisa diartikan sebagai izin untuk mengemudikan kendaraan melewati genangan air yang dalam.
"Sertifikasi ketahanan air Blade Battery hanya dirancang sebagai fitur keselamatan dalam kondisi darurat," ujar He Zhiqi dalam pernyataan terpisah. Peringatan ini disampaikan BYD untuk mencegah interpretasi keliru di kalangan konsumen, terutama di tengah musim hujan dan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah.
Pelajaran untuk Pasar Indonesia
Kasus ini menjadi pengingat bagi pengguna kendaraan listrik di Indonesia, khususnya pemilik BYD. Meskipun baterai memiliki sertifikasi kedap air, menerjang banjir tetap berisiko tinggi terhadap komponen mekanis lain di bawah kendaraan. Benturan dengan benda keras yang tidak terlihat di genangan air, seperti penutup lubang atau puing, bisa menyebabkan kerusakan serupa.
BYD belum menyampaikan apakah insiden ini akan mempengaruhi kebijakan garansi atau rekomendasi perawatan untuk pasar Indonesia. Namun, pabrikan asal China itu terus mendorong edukasi pengguna agar tidak mengandalkan fitur tahan air sebagai alasan untuk melintasi banjir. Langkah antisipatif seperti menghindari genangan dan melakukan pemeriksaan underbody secara berkala menjadi rekomendasi utama.