Pencarian

7 Kuliner Khas Kalimantan Barat yang Paling Dicari Wisatawan, Wajib Coba Saat ke Pontianak

Rabu, 15 Juli 2026 • 15:04:31 WIB
7 Kuliner Khas Kalimantan Barat yang Paling Dicari Wisatawan, Wajib Coba Saat ke Pontianak
Bubur pedas khas Kalimantan Barat disajikan dengan tekstur kental dan isian sayur serta ikan asin di sebuah warung pagi di Pontianak.

Pontianak tidak cuma dikenal dengan garis khatulistiwa dan rumah betangnya. Bagi perantau yang pulang kampung atau wisatawan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Kalbar, satu hal yang langsung terbayang: makanannya. Berbeda dengan kuliner Jawa yang cenderung manis, masakan Kalimantan Barat punya karakter kuat — pedas, asam, dan kaya santan.

Dari pengalaman bertahun-tahun meliput dan mencicipi langsung, berikut tujuh kuliner yang paling sering muncul di percakapan pencari kuliner di Kalbar. Bukan sekadar daftar, tapi panduan rasa yang wajib kamu cicipi.

1. Bubur Pedas — Ikon Sarapan yang Bikin Kangen

Kalau ada satu hidangan yang mewakili Kalbar, itu bubur pedas. Bukan bubur ayam biasa. Teksturnya kental, hampir mirip bubur khas Manado, tapi isiannya padat: sayur-sayuran, ikan asin, dan rempah yang bikin hangat.

Di Pontianak, bubur pedas mudah ditemukan di pasar pagi atau pedagang kaki lima di sekitar Jalan Gajah Mada. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan cocok dimakan pagi hari sebelum hujan tropis turun. Tips dari warga lokal: minta tambahkan perasan jeruk nipis dan krupuk amplang biar makin mantap.

2. Chai Kwe — Si Lembut Isi Rebung

Chai kwe termasuk jajanan khas Tionghoa Kalbar yang sudah melebur jadi kuliner sehari-hari. Bentuknya seperti pastel kecil atau dimsum, terbuat dari tepung beras, diisi rebung dan udang kering, lalu dikukus.

Teksturnya kenyal dan lembut. Biasanya disantap dengan saus sambal kecap atau cuka. Di Pontianak, chai kwe paling enak dicari di kawasan Kecamatan Pontianak Kota, terutama di sekitar Jalan Nusa Indah. Harganya ramah di kantong, cocok untuk camilan sore.

3. Ikan Asam Pedas — Hidangan Laut yang Nendang

Ikan asam pedas adalah menu wajib di setiap rumah makan Padang di Kalbar. Tapi versi lokalnya beda. Kuahnya lebih pekat, asamnya dari belimbing wuluh atau asam jawa, dan pedasnya dari cabai rawit utuh yang dimasak lama.

Ikan yang paling sering dipakai adalah ikan patin atau ikan baung, dua jenis ikan air tawar yang melimpah di sungai-sungai Kalbar. Satu porsi asam pedas plus nasi putih hangus dan lalapan mentah sudah cukup membuat perut kenyang. Cari di rumah makan sekitar Jalan Tanjungpura untuk rasa yang paling otentik.

4. Lemang — Ketupat Tradisional yang Dibakar

Lemang sebenarnya ada di banyak daerah, tapi versi Kalbar punya ciri khas tersendiri. Dibuat dari beras ketan yang dimasak dalam bambu, dengan santan dan garam. Proses pembakarannya lama — bisa sampai 4-5 jam — sampai aroma bambu meresap ke dalam ketan.

Lemang biasanya muncul saat perayaan tertentu, tapi di Pontianak tetap bisa ditemukan setiap hari di beberapa pasar tradisional. Cocok dimakan dengan rendang atau serundeng. Rasanya legit di mulut, bikin nagih.

5. Kue Bingka — Si Manis Legit dari Singkong

Kue bingka adalah kue tradisional berbahan dasar singkong parut, santan, dan gula merah. Teksturnya padat tapi lembut, mirip bingka ubi. Proses pemanggangannya pakai loyang tanah liat, yang memberi aroma khas.

Di Kalbar, kue bingka sering dijadikan oleh-oleh. Banyak dijual di toko kue tradisional di sepanjang Jalan Diponegoro. Satu potong saja sudah cukup untuk teman minum kopi hitam di pagi hari.

6. Mie Tiaw Basah — Mie Khas Pontianak yang Gurih

Mie tiaw basah adalah mie pipih yang dimasak dengan bumbu kecap asin, bawang putih, dan sedikit minyak wijen. Biasanya ditambah bakso, pangsit, atau irisan daging ayam. Yang membedakan dengan mie goreng biasa adalah teksturnya yang basah dan tidak kering.

Di Pontianak, mie tiaw basah paling enak dicari di malam hari. Banyak penjual di kawasan Jalan K.S. Tubun atau Jalan Ahmad Yani. Satu porsi plus es campur jadi kombinasi malam yang pas.

7. Es Kacang Merah — Penutup Manis yang Segar

Es kacang merah bukan sekadar minuman. Di Kalbar, ini adalah hidangan penutup yang serius. Kacang merah direbus empuk, ditambah santan, gula merah, dan es serut. Kadang diberi tambahan cincau hitam atau kolang-kaling.

Rasanya manis legit dan dingin, cocok diminum setelah makan pedas. Banyak dijual di depot-depot es campur di sekitar Pasar Flamboyan atau Jalan Sidas. Satu gelas besar bisa bikin tenggorokan adem.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa makanan paling ikonik dari Kalimantan Barat?
Bubur pedas adalah ikon utama. Hampir setiap warga Kalbar menganggapnya sebagai makanan wajib saat pulang kampung atau menyambut tamu.

Apakah kuliner Kalbar halal?
Mayoritas kuliner tradisional Kalbar menggunakan bahan halal. Tapi untuk chai kwe dan mie tiaw, pastikan membeli dari penjual yang jelas kehalalannya, terutama jika menggunakan daging babi atau lemak babi.

Di mana tempat terbaik mencari kuliner khas Pontianak?
Pasar tradisional seperti Pasar Flamboyan, Jalan Gajah Mada, dan kawasan Jalan Tanjungpura adalah lokasi favorit. Malam hari, banyak pedagang kaki lima di sekitar Jalan K.S. Tubun.

Kapan waktu terbaik menikmati bubur pedas?
Pagi hari, sekitar pukul 7-9 pagi. Bubur pedas biasanya habis sebelum siang karena banyak yang memburu.

Kuliner Kalbar bukan cuma soal rasa. Setiap suapan menyimpan cerita tentang sungai, hutan, dan percampuran budaya Melayu, Tionghoa, dan Dayak. Kalau kamu ke Pontianak, jangan cuma foto tugu khatulistiwa. Duduklah di pinggir jalan, pesan seporsi bubur pedas, dan rasakan sendiri kenapa orang Kalbar selalu kangen dengan masakan kampung halaman.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks