PONTIANAK — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tidak lagi memandang pengembangan kompetensi aparatur secara sempit. Lewat kegiatan di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (14/7/2026), Pemprov menegaskan peningkatan kapasitas ASN kini mencakup pelatihan formal, pembelajaran kolaboratif, hingga dialog lintas sektor.
BPSDM Kalbar Ditarget Jadi Benchmark Daerah
Salah satu target ambisius dalam program ini adalah menjadikan BPSDM Kalbar sebagai pusat rujukan bagi daerah lain. Pemprov berencana memperluas pelatihan kepemimpinan bagi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta mengembangkan pelatihan teknis khusus bagi ASN yang menangani pengadaan barang dan jasa.
“Kemarin saya lihat, Kalbar ini punya semangat yang cukup luar biasa untuk membangun SDM. Termasuk melalui dialog-dialognya karena kan pengembangan kompetensi itu tidak sempit seperti dulu,” kata Aba Subagja dalam kegiatan tersebut.
Pelatihan Tak Lagi Sekadar Sertifikasi
Menurut Aba, pengembangan kompetensi ASN saat ini tidak terbatas pada pelatihan formal. Metode pembelajaran dan kolaborasi menjadi kunci utama mencetak aparatur profesional, efektif, dan akuntabel.
Pemprov Kalbar juga menekankan penguatan integritas aparatur dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Langkah ini diharapkan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel di seluruh lini.
Apa Saja Program yang Dikejar?
- Pengembangan pelatihan kepemimpinan bagi pimpinan OPD
- Peningkatan kompetensi teknis ASN, khususnya di bidang pengadaan barang dan jasa
- Penguatan integritas aparatur dalam pelayanan publik
- Mendorong BPSDM Kalbar menjadi pusat pembelajaran dan rujukan nasional
Seluruh program ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kalbar untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia aparatur. Dengan demikian, kualitas pelayanan publik diharapkan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.