KALIMANTAN BARAT — Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan angka kematian bisa menembus lebih dari 10.000 jiwa. Jika prediksi itu terwujud, gempa ini berpotensi menjadi salah satu yang paling mematikan di kawasan Amerika Latin dalam satu abad terakhir.
Potret Kehancuran dari Ketinggian
Rekaman udara yang beredar menunjukkan skala kerusakan yang sulit dibayangkan. Bangunan-bangunan bertingkat yang sebelumnya menjulang kini tak lebih dari gundukan reruntuhan. Jalan-jalan utama di La Guaira tertutup puing, mempersulit akses tim penyelamat.
Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Venezuela mengenai jumlah bangunan yang runtuh. Namun, visual dari drone mengonfirmasi bahwa puluhan struktur ambruk total, bukan sekadar rusak berat.
Ancaman Tsunami dan Tantangan Evakuasi
Gempa susulan masih terus terjadi hingga beberapa hari setelah guncangan utama. Otoritas setempat sempat mengeluarkan peringatan tsunami yang membuat warga di pesisir La Guaira berhamburan ke dataran yang lebih tinggi.
Proses evakuasi korban terkendala puing yang menutupi akses jalan dan terbatasnya alat berat. Tim pencari dari berbagai negara dilaporkan mulai berdatangan untuk membantu proses penyelamatan.
Gempa Terburuk di Amerika Latin dalam Seabad
Catatan USGS menyebutkan, gempa bumi dengan korban lebih dari 10.000 jiwa di Amerika Latin terakhir terjadi pada 1970-an. Bencana kali ini dipicu oleh dua gempa besar yang terjadi dalam rentang waktu kurang dari 24 jam.
Magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang wilayah pesisir utara Venezuela membuat bangunan yang tidak dirancang tahan gempa langsung ambruk. La Guaira, sebagai kota pelabuhan utama, menjadi wilayah yang paling parah terdampak karena kepadatan hunian dan kualitas konstruksi yang rendah.
Pemerintah Venezuela hingga kini belum merilis data resmi terkait jumlah korban luka dan warga yang masih hilang. Tim penyelamat masih bekerja di tengah keterbatasan listrik dan komunikasi di lokasi bencana.