MEMPAWAH — Progres fisik pembangunan Jembatan Sungai Bakau Besar Darat di Kabupaten Mempawah telah menembus angka 40 persen. Infrastruktur ini menjadi penghubung utama antara permukiman warga dengan kawasan perbelanjaan dan jasa di kecamatan sekitar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mempawah, melalui keterangan yang diterima Selasa (18/2), menyebut pengerjaan struktur utama jembatan berjalan sesuai jadwal. Beton komposit dipilih karena daya tahannya terhadap kondisi tanah gambut dan cuaca ekstrem di pesisir Kalbar.
Mengapa Beton Komposit Dipilih untuk Jembatan Ini?
Material beton komposit menggabungkan kekuatan beton pracetak dengan fleksibilitas baja tulangan. Teknologi ini dinilai lebih tahan terhadap korosi dan pergerakan tanah dibanding jembatan konvensional.
Kepala PUPR Mempawah menjelaskan, pemilihan material ini juga mempertimbangkan usia pakai hingga 50 tahun. Hal itu menekan biaya perawatan jangka panjang yang kerap membebani APBD daerah.
Dampak ke Warga: Waktu Tempuh Terpangkas Hingga 30 Menit
Selama ini, warga Dusun Bakau Besar Darat harus memutar sejauh 12 kilometer untuk menyeberangi sungai. Jika jembatan rampung, jarak tempuh ke Pasar Jungkat dan kawasan UMKM di Kecamatan Sungai Pinyuh dipangkas menjadi hanya 2 kilometer.
Seorang pengurus RT setempat menyebut akses darurat seperti ambulans dan distribusi logistik selama ini kerap terhambat saat pasang air laut. Jembatan ini diharapkan mengakhiri isolasi geografis yang sudah berlangsung puluhan tahun.
Fakta Singkat Proyek Jembatan Sungai Bakau Besar Darat:
- Lokasi: Dusun Bakau Besar Darat, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah
- Progres: 40 persen (per Februari 2025)
- Material: Beton komposit (beton pracetak + baja tulangan)
- Fungsi: Menghubungkan permukiman dengan pusat ekonomi dan pasar tradisional
Target Rampung dan Sumber Dana
Pembangunan jembatan ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Kementerian PUPR tahun anggaran 2024. Pemerintah Kabupaten Mempawah menargetkan konstruksi selesai pada akhir 2025, bertepatan dengan masa transisi musim kemarau.
Pihak kontraktor pelaksana masih melakukan pengecoran abutment dan pemancangan pondasi dalam. Pekerjaan selanjutnya adalah perakitan gelagar beton komposit yang akan dipasang melintasi sungai selebar 45 meter.
Kepala PUPR Mempawah menambahkan, pemasangan gelagar akan menjadi pekerjaan paling kritis karena membutuhkan alat berat dan rekayasa lalu lintas sungai. Ia memastikan material utama sudah tiba di lokasi proyek sejak pekan lalu.