Pencarian

Kenaikan Harga Pertamax Rp 16.250, Pengguna Mobil dan Motor Paling Terpukul

Selasa, 16 Juni 2026 • 21:52:02 WIB
Kenaikan Harga Pertamax Rp 16.250, Pengguna Mobil dan Motor Paling Terpukul
Harga Pertamax naik menjadi Rp 16.250 per liter, memengaruhi pengguna mobil dan motor di Kalimantan Barat.

KALIMANTAN BARAT — PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi Pertamax (RON 92) menjadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter. Kenaikan sebesar Rp 3.950 per liter ini langsung memicu proyeksi pergeseran konsumen ke Pertalite yang masih bertahan di harga Rp 10.000 per liter. Fenomena serupa pernah terjadi pada April 2022 saat harga Pertamax melonjak 39 persen.

Selisih Harga Terlebar Sepanjang Sejarah

Ekonom energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menyebut jarak harga antara Pertamax dan Pertalite saat ini mencapai Rp 6.250 per liter. "Belajar dari pengalaman April 2022, ketika Pertamax naik 39 persen dan sekitar satu dari delapan orang pembeli pindah ke Pertalite, kami perkirakan penjualan Pertamax turun sekitar 10 persen," ujar Yayan dalam keterangan yang dikutip Antara.

Meski begitu, Yayan menegaskan migrasi ini tidak akan menguras kuota Pertalite. "Hanya sekitar sepertiga dari sisa kuota yang akan terpakai," katanya. Artinya, stok Pertalite masih aman dan distribusi di SPBU dipastikan normal oleh Pertamina Patra Niaga.

Beban Tambahan Rp 395 Ribu untuk Pemilik Mobil

Perhitungan Yayan menunjukkan dampak langsung kenaikan ini ke kantong konsumen. Pemilik mobil yang mengisi 100 liter Pertamax per bulan harus menyiapkan tambahan Rp 395 ribu. Sementara pengendara motor dengan konsumsi 30 liter per bulan menanggung beban ekstra sekitar Rp 119 ribu.

Analisis berdasarkan desil kesejahteraan pemerintah mengungkap kelompok menengah atas (Desil 8-9) sebagai pengguna mobil reguler akan merasakan peningkatan biaya paling nyata. "Singkatnya, sekitar separuh dari total beban kenaikan ini ditanggung oleh 20 persen rumah tangga terkaya," ucap Yayan. Kelompok Desil 10, yang kerap mengoperasikan armada perusahaan dan kendaraan tambang, disebut memikul beban terbesar karena dilarang memakai BBM bersubsidi.

Pertamina Pastikan Pertalite Tidak Langka

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menegaskan distribusi Pertalite berjalan normal sesuai penugasan pemerintah. Ia mengimbau masyarakat bijak menggunakan energi dan membeli BBM sesuai peruntukan kendaraan. "Kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi dengan membeli BBM sesuai kebutuhan dan sesuai dengan peruntukannya serta sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan," ujar Roberth.

Bagi kelompok menengah bawah (Desil 5-7), Yayan memperkirakan sebagian akan beralih ke Pertalite. Sementara rumah tangga Desil 1 atau termiskin hampir tidak terpengaruh karena nyaris tidak menggunakan Pertamax. Kenaikan ini, menurut Yayan, bekerja seperti pajak progresif yang lebih banyak menyasar warga mampu.

Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks