Pasar laptop pelajar tahun ini tidak lagi didominasi perangkat dengan banderol di atas Rp 15 juta. Produsen mulai meracik perangkat yang mempertahankan kualitas build tinggi namun dengan harga yang lebih bersahabat bagi kantong mahasiswa. Apple misalnya, menghadirkan MacBook Neo yang secara kasat mata nyaris tidak bisa dibedakan dari lini Air.
Laptop ini mengusung bodi aluminium penuh khas MacBook dan layar 13 inci yang hanya sedikit lebih kecil dari layar MacBook Air 13,6 inci. Performa yang ditawarkan memang bukan dari chip M-series, melainkan prosesor A18 Pro yang biasa ditemukan di iPhone. Namun Apple menjamin chip ini masih sanggup menjalankan macOS dengan mulus untuk kebutuhan sehari-hari seperti mengetik, browsing, dan streaming.
Harga Spesial Pelajar dan Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Dengan banderol normal $599, MacBook Neo sudah menjadi pilihan menarik. Namun untuk pelajar dan tenaga pendidik, harganya turun menjadi $499 — hampir setengah harga MacBook Air termurah. Fitur Touch ID untuk keamanan sidik jari justru menjadi opsi berbayar tambahan sebesar $100, bukan fitur bawaan.
Keputusan Apple untuk tidak menyertakan MagSafe dan pengisian daya cepat juga perlu dipertimbangkan. Kapasitas baterainya lebih kecil dibanding MacBook Air, dan penyimpanan dasar 256GB SSD dinilai bakal cepat penuh bagi mahasiswa yang menyimpan banyak materi kuliah atau file proyek.
Laptop ini paling cocok untuk mahasiswa non-STEM yang sudah memiliki iPhone, mengingat ekosistem Apple memungkinkan integrasi antar perangkat berjalan mulus. Sebaliknya, mahasiswa jurusan desain atau teknik disarankan mencari opsi yang lebih bertenaga seperti MacBook Air atau MacBook Pro.
HP OmniBook 5 14: Juara Baterai Baru dengan Layar OLED
Bagi mahasiswa yang mobilitasnya tinggi dan jarang menemukan colokan listrik, HP OmniBook 5 14 menjadi primadona. Perangkat ini berhasil mencetak rekor daya tahan baterai lebih dari 28 jam dalam pengujian laboratorium, merebut kembali mahkota yang sempat direbut Lenovo beberapa pekan sebelumnya.
Selain baterai, laptop ini menawarkan layar OLED dengan kontras tinggi dan warna yang kaya. HP melengkapinya dengan RAM 32GB dan SSD 1TB — spesifikasi yang jarang ditemukan di laptop harga di bawah $1.000. Bobotnya yang ringan dan desain elegan membuatnya mudah dibawa keliling kampus. Kekurangan paling menonjol ada pada port USB-C yang kecepatan transfernya tergolong lambat.
Rekomendasi Windows Lain untuk Kampus
Asus turut meramaikan segmen laptop pelajar dengan Zenbook A14 yang mengedepankan desain ultralight dan daya tahan baterai panjang. Untuk yang membutuhkan layar lebih luas, Asus Zenbook A16 hadir sebagai salah satu dari sedikit laptop 16 inci yang tetap praktis dibawa ke kampus. Sementara itu, Dell XPS 14 yang kembali hadir menjadi alternatif Windows bergaya bagi mahasiswa STEM dan desain yang membutuhkan performa setara MacBook Pro.