Pencarian

Rupiah Dibuka di Rp17.878 per Dolar AS, Tertekan Konflik Timur Tengah dan Harga Minyak

Rabu, 03 Juni 2026 • 10:46:23 WIB
Rupiah Dibuka di Rp17.878 per Dolar AS, Tertekan Konflik Timur Tengah dan Harga Minyak
Rupiah dibuka di level Rp17.878 per dolar AS di tengah tekanan konflik Timur Tengah dan harga minyak.

KALIMANTAN BARAT — Pergerakan rupiah pagi ini nyaris menyentuh level psikologis Rp17.900 per dolar AS, mendekati titik terlemah dalam beberapa bulan terakhir. Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan kekhawatiran pasar terhadap prospek perdamaian di Timur Tengah menjadi sentimen dominan yang menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah.

"Eskalasi baru di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap prospek perdamaian dan mendorong lonjakan harga minyak dunia. Kondisi ini berpotensi menekan rupiah terhadap dolar AS," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Pergerakan Mata Uang Asia Bervariasi, Ringgit Paling Tertekan

Di kawasan Asia, tekanan terhadap mata uang regional terlihat bervariasi. Ringgit Malaysia menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 0,25 persen terhadap dolar AS. Yuan China ikut terkoreksi 0,05 persen, sementara peso Filipina turun 0,03 persen.

Di sisi lain, won Korea Selatan justru berhasil menguat 0,11 persen. Yen Jepang dan dolar Singapura masing-masing naik tipis 0,03 persen dan 0,02 persen. Dolar Hong Kong juga mencatatkan penguatan 0,01 persen.

Rentang Pergerakan Rupiah Hari Ini

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Ia melihat potensi pelemahan masih terbuka lebar seiring belum meredanya ketegangan geopolitik yang memicu aksi risk aversion di pasar global.

Pergerakan mata uang negara maju juga menambah tekanan. Euro Eropa melemah 0,03 persen, dolar Australia terkoreksi 0,05 persen, dan franc Swiss turun 0,06 persen. Sementara itu, poundsterling Inggris mampu menguat 0,03 persen dan dolar Kanada bergerak stabil.

Investasi mengandung risiko. Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan geopolitik dan pergerakan harga minyak sebagai indikator utama arah rupiah ke depan.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks