PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa penyaluran bantuan hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya menyasar pusat kota. Pemerintah provinsi justru memprioritaskan daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau.
Prioritas Penyaluran: Masjid Agung hingga Pondok Pesantren
Ria Norsan menyebutkan bantuan ini diprioritaskan bagi masjid agung di setiap daerah, kawasan 3T (tertinggal, terdepan, terluar), serta pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan yang mengajukan permohonan. "Kami mengutamakan daerah-daerah terpencil terlebih dahulu, termasuk pondok pesantren agar para santri juga dapat merasakan manfaat hewan kurban," kata Ria Norsan di Pontianak, Kamis.
Seleksi Penerima: Masyarakat yang Belum Merasakan Rezeki yang Sama
Proses seleksi penerima bantuan dilakukan secara ketat. Gubernur menekankan bahwa bantuan tidak sekadar dibagi rata, melainkan tepat sasaran. "Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan masyarakat yang membutuhkan dan belum memiliki kesempatan rezeki yang sama," ujarnya.
Pemerintah provinsi melalui Biro Kesra telah melakukan koordinasi menyeluruh agar distribusi berjalan berkeadilan. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada tumpang tindih penerima dan bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.
Apresiasi untuk Bank Kalbar dan Harapan Berkah Idul Adha
Ria Norsan menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung program sosial ini. Bank Kalbar dinilai konsisten berkontribusi dalam kegiatan sosial dan keagamaan di Kalimantan Barat. "Mudah-mudahan amanah ini dapat kita jalankan dengan sebaik-baiknya. Harapan kita bersama, apa yang dilakukan ini mendapat rida dan berkah dari Allah SWT," tuturnya.
Pemprov Kalbar berharap seluruh proses distribusi hingga penyembelihan hewan kurban dapat berlangsung amanah dan tertib. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.