Pencarian

Wagub Kalbar Lepas Ekspedisi Rupiah Rp 15,6 Miliar ke Wilayah Perbatasan

Kamis, 07 Mei 2026 • 22:30:01 WIB
Wagub Kalbar Lepas Ekspedisi Rupiah Rp 15,6 Miliar ke Wilayah Perbatasan
Wakil Gubernur Kalbar melepas Ekspedisi Rupiah senilai Rp15,6 miliar ke wilayah perbatasan.

PONTIANAK — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Bank Indonesia resmi memulai Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 untuk menjangkau masyarakat di kawasan Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T). Pelepasan armada dilakukan di dermaga Satuan Kapal Patroli (Satrol) Komando Armada XII, Jalan Komodor Yos Sudarso.

Langkah strategis ini merupakan kolaborasi rutin antara Bank Indonesia dengan TNI Angkatan Laut. Selain mendistribusikan uang layak edar, ekspedisi ini bertujuan menarik uang tidak layak edar dari peredaran di wilayah pesisir dan perbatasan guna menjaga kualitas uang yang dipegang masyarakat.

Target Distribusi: Lima Pulau di Pesisir Kalimantan Barat

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali, menjelaskan bahwa ekspedisi tahun ini memberikan perhatian khusus pada lima titik krusial di wilayah perairan Kalimantan Barat. Fokus utama distribusi mencakup kebutuhan transaksi masyarakat nelayan dan pelaku usaha kecil di kepulauan.

Adapun lima pulau yang menjadi sasaran utama Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 adalah:

  • Pulau Karimata
  • Pulau Maya
  • Pulau Cempedak
  • Pulau Pelapis
  • Pulau Padang Tikar

Ricky menyebutkan, nilai uang yang dibawa dalam ekspedisi kali ini mencapai Rp15,6 miliar. Angka tersebut mencatatkan kenaikan sekitar 16 persen dibandingkan alokasi pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini dipicu oleh pertumbuhan aktivitas ekonomi dan meningkatnya kebutuhan uang tunai di tingkat lokal.

Rupiah Sebagai Simbol Kedaulatan di Garis Batas

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menekankan bahwa kehadiran Rupiah di wilayah 3T bukan sekadar persoalan alat tukar ekonomi. Menurutnya, penggunaan mata uang nasional di beranda depan Indonesia adalah perwujudan kedaulatan negara yang nyata.

“Rupiah adalah simbol kedaulatan bangsa. Kehadirannya harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk di wilayah perbatasan dan terpencil,” tegas Krisantus saat memberikan sambutan resmi di Pontianak.

Ia juga menyoroti tantangan geografis Kalimantan Barat yang memiliki garis perbatasan darat dan laut yang sangat panjang. Krisantus berharap sinergi ini tidak berhenti di wilayah kepulauan, tetapi juga terus diperkuat untuk menjangkau titik-titik pemukiman di sepanjang garis batas darat dengan negara tetangga.

Sinergi Logistik dan Pengamanan TNI Angkatan Laut

Keberhasilan distribusi uang ke wilayah 3T sangat bergantung pada dukungan infrastruktur pertahanan. TNI Angkatan Laut melalui Koarmada XII berperan penuh dalam menyediakan armada kapal perang serta pengamanan personel selama proses distribusi berlangsung di tengah laut dan pulau-pulau sasaran.

Kolaborasi ini memastikan tantangan aksesibilitas dan risiko keamanan dapat teratasi. TNI AL menjaga keutuhan wilayah dari sisi teritorial, sementara Bank Indonesia memastikan kedaulatan ekonomi melalui sistem pembayaran yang stabil dan merata.

“Kami memohon dukungan agar distribusi Rupiah dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk garis batas negara yang masih memerlukan perhatian serius dari kita semua,” pungkas Krisantus.

Bagikan
Sumber: majalahmataborneonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks