Pencarian

Pemkot Pontianak Bangun SPALD-T Rp1,5 Triliun Sasar 16 Ribu Rumah Tangga

Selasa, 05 Mei 2026 • 21:01:01 WIB
Pemkot Pontianak Bangun SPALD-T Rp1,5 Triliun Sasar 16 Ribu Rumah Tangga
Workshop persiapan proyek SPALD-T senilai Rp1,5 triliun digelar di Pontianak untuk tingkatkan sanitasi kota.

PONTIANAK — Pemerintah Kota Pontianak mematangkan kesiapan pelaksanaan proyek Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T). Proyek skala besar ini diawali dengan workshop penguatan kapasitas pemangku kepentingan di Hotel Golden Tulip, Selasa (5/5/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan standar sanitasi menuju kategori kota besar.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh pihak terkait. Tahapan proyek kini telah memasuki fase awal setelah penandatanganan kontrak dan akan segera diimplementasikan di lapangan secara bertahap.

Anggaran Rp1,5 Triliun dan Target Operasional 2030

Proyek infrastruktur ini didukung anggaran sebesar Rp1,5 triliun yang direncanakan berjalan selama lima tahun ke depan. Pemerintah memproyeksikan seluruh pembangunan fisik selesai pada 2029, sehingga fasilitas ini bisa mulai dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat pada 2030.

Untuk tahap awal, pembangunan difokuskan pada dua wilayah strategis, yakni kawasan Martapura dan Nipah Kuning. Sistem ini dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 12.000 meter kubik per hari.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama agar program SPALD-T dapat berjalan dengan baik, mulai dari pelaksanaan hingga pemanfaatannya di tingkat rumah tangga,” ujar Bahasan usai membuka workshop tersebut.

Bagaimana Skema Tarif dan Dampak Pembangunan bagi Warga?

Mengenai pembiayaan layanan, Pemerintah Kota Pontianak tengah menyusun skema tarif berklaster agar tidak membebani warga. Sektor usaha akan dikenakan kewajiban tertentu, sementara masyarakat umum akan mendapatkan skema khusus yang terjangkau.

“Kita ingin program ini mempermudah masyarakat, bukan malah menambah beban. Prinsipnya adalah bagaimana layanan ini bisa diakses dan dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

Bahasan juga mengingatkan warga mengenai potensi gangguan arus lalu lintas di beberapa titik selama proses konstruksi berlangsung. Sosialisasi masif akan terus dilakukan agar masyarakat memahami bahwa gangguan sementara ini demi manfaat jangka panjang bagi kesehatan lingkungan kota.

Keterlibatan Gender dan Peningkatan Kualitas Hidup

Salah satu aspek yang ditekankan dalam proyek ini adalah keterlibatan gender dan partisipasi aktif masyarakat. Menurut Bahasan, dukungan dari berbagai lapisan warga sangat krusial karena dampak akhir dari SPALD-T adalah peningkatan kualitas hidup melalui sanitasi yang lebih sehat.

“Sanitasi yang sehat akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ini menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Pontianak ke depan,” tuturnya.

Hingga saat ini, proses sosialisasi di tingkat akar rumput dilaporkan berjalan lancar. Pemerintah mengeklaim tidak ada penolakan signifikan dari warga terkait rencana pembangunan sistem pengolahan limbah terpusat tersebut.

Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks