Pencarian

Kalbar Dorong Transformasi UMKM dan Pariwisata Melalui Saprahan Khatulistiwa 2026

Selasa, 05 Mei 2026 • 11:16:01 WIB
Kalbar Dorong Transformasi UMKM dan Pariwisata Melalui Saprahan Khatulistiwa 2026
Sekretaris Daerah Kalbar Harisson membuka acara Saprahan Khatulistiwa 2026 di Pontianak.

PONTIANAK — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, membuka perhelatan akbar Semarak Pariwisata, UMKM, dan Keuangan Kalimantan Barat (Saprahan Khatulistiwa) 2026 di Halaman Parkir Ayani Megamall, Senin (4/5/2026). Perhelatan ini mengintegrasikan kekuatan tradisi lokal dengan pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan daya saing daerah di pasar global.

Dalam amanat Gubernur yang dibacakannya, Harisson menekankan pentingnya UMKM untuk segera "naik kelas" melalui inovasi dan teknologi digital. Sektor pariwisata juga ditargetkan dikelola secara lebih profesional dan terintegrasi guna menyambut lonjakan kunjungan wisatawan yang mulai menunjukkan grafik meningkat signifikan.

"UMKM harus didorong untuk naik kelas melalui inovasi produk, peningkatan kualitas, sertifikasi, penguatan branding, serta pemanfaatan teknologi digital. Begitu pula sektor pariwisata, harus dikelola secara lebih profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan," tegas Harisson.

Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Capai 5,39 Persen

Kondisi ekonomi Kalimantan Barat saat ini menunjukkan performa yang menjanjikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kalbar menembus angka 10.299 orang, atau melonjak 20,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali, mengapresiasi resiliensi ekonomi daerah yang tumbuh 5,39 persen (yoy) pada tahun 2025. Capaian ini melampaui pertumbuhan tahun sebelumnya yang berada di angka 4,9 persen, sekaligus menempatkan Kalbar sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan tertinggi di Kalimantan.

"Ini merupakan salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Kalimantan," ungkap Ricky. Ia juga menambahkan bahwa tingkat inflasi di Kalbar pada Maret 2026 terjaga di level 2,89 persen, menjadi yang terendah di seluruh regional Kalimantan.

Digitalisasi Finansial dan Layanan UMKM

Sektor digital menjadi motor penggerak utama dengan penetrasi sistem pembayaran nontunai yang masif. Hingga Maret 2026, jumlah merchant QRIS di Kalimantan Barat telah mencapai 501.000 dengan lebih dari 804.000 pengguna aktif di berbagai kabupaten dan kota.

Volume transaksi QRIS tercatat menyentuh 16,7 juta transaksi. Mayoritas merchant didominasi oleh pelaku usaha mikro sebesar 70 persen dan usaha kecil sebanyak 22 persen, yang menandakan ekosistem ekonomi digital telah menyentuh lapisan terbawah pelaku usaha.

Saprahan Khatulistiwa 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga menyediakan langkah konkret melalui Pojok UMKM. Layanan ini memberikan pendampingan langsung bagi pelaku usaha terkait sertifikasi halal, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga akses konsultasi untuk menembus pasar ekspor.

Pelestarian Budaya dan Filosofi Saprahan

Aspek pelestarian budaya turut diperkuat dengan peluncuran desain baru Tenun Ikat Sintang. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi produk kriya lokal agar lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional.

Ricky Perdana Gozali memaknai tradisi Saprahan bukan sekadar acara makan bersama, melainkan simbol kesetaraan dan gotong royong dalam membangun daerah. Kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata.

"Nilai Saprahan ini menjadi pengingat bahwa penguatan UMKM dan ekonomi Kalbar tidak dapat dilakukan sendiri. Semua pihak harus duduk bersama menyusun langkah," pungkas Ricky.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Konsul Jenderal Malaysia di Pontianak Tn. Azizul Zekri, Anggota DPD RI Hj. Erlinawati, Ketua Dekranasda Kalbar Ny. Hj. Erlina, serta jajaran Forkopimda Kalimantan Barat.

Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks