PONTIANAK - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar agenda Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) DPRD di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Mei 2026 ini, menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal partai sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perputaran ekonomi di daerah tersebut.
Ketua Organizing Committee Bimteknas DPRD Partai Hanura, Ratna Ester Lumban Tobing, menyatakan bahwa pemilihan Pontianak sebagai tuan rumah merupakan langkah strategis. Selain fokus pada peningkatan kapasitas legislator, kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui berbagai sektor jasa dan perdagangan.
Okupansi Hotel Meningkat dan Kontribusi Pajak Daerah
Penyelenggaraan Bimteknas ini membawa pengaruh signifikan terhadap sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Pontianak. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura tersebut mengungkapkan bahwa panitia telah menjalin kerja sama dengan lima hotel besar di Pontianak untuk mengakomodasi kebutuhan para peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
Menurut Ratna, seluruh kamar di lima hotel yang telah bekerja sama tersebut terisi penuh oleh para legislator dari Fraksi Hanura se-Indonesia. "Dengan kerja sama di lima hotel, tentu ada dampak ekonomi yang langsung dirasakan daerah, termasuk dari sektor pajak hotel dan aktivitas belanja para peserta," kata Ratna dalam konferensi pers yang digelar di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Kamis (30/4).
Kehadiran lebih dari 600 peserta ini tidak hanya mengisi okupansi kamar, tetapi juga mendorong aktivitas di ruang-ruang pertemuan dan layanan jasa boga hotel. Hal ini secara otomatis meningkatkan setoran pajak hotel dan restoran kepada kas daerah, yang menjadi salah satu instrumen penting dalam pembangunan infrastruktur dan layanan publik di Kalimantan Barat.
Pemberdayaan UMKM Lokal dan Produk Unggulan Daerah
Selain sektor perhotelan, perhelatan berskala nasional ini juga menjadi panggung bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Partai Hanura melibatkan puluhan UMKM binaan mereka untuk memamerkan dan memasarkan produk unggulan selama kegiatan berlangsung. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa dampak ekonomi tidak hanya berhenti di korporasi besar, tetapi juga menyentuh pelaku usaha kecil.
“Ada sekitar 20 hingga hampir 30 UMKM binaan Hanura di Kalbar yang akan tampil. Produk mereka beragam, mulai dari fesyen hingga makanan khas daerah,” ungkap Ratna. Kehadiran stan UMKM ini memberikan kesempatan bagi para legislator dari luar daerah untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan kuliner khas Kalimantan Barat, sekaligus membawa pulang produk tersebut sebagai buah tangan.
Keterlibatan UMKM dalam acara setingkat nasional ini diharapkan dapat meningkatkan standar produk lokal agar lebih dikenal secara nasional. Dengan adanya interaksi langsung antara produsen lokal dan ratusan peserta dari berbagai provinsi, terbuka peluang jejaring bisnis baru yang dapat memperluas jangkauan pasar produk UMKM Kalimantan Barat ke luar pulau.
Multiplier Effect pada Sektor Transportasi dan Pariwisata
Ratna Ester Lumban Tobing juga menilai bahwa perputaran ekonomi dari kehadiran ratusan peserta ini memberikan kontribusi signifikan pada sektor transportasi udara. Kedatangan 600 lebih legislator secara serentak di Bandara Internasional Supadio memberikan stimulus bagi maskapai penerbangan dan jasa transportasi lokal di Pontianak.
Pergerakan peserta dari bandara menuju hotel, serta kunjungan ke berbagai titik di Kota Pontianak, diyakini akan menghidupkan jasa transportasi darat, baik konvensional maupun daring. Hal ini menciptakan efek domino yang positif bagi para pengemudi dan penyedia jasa transportasi di lapangan yang mengalami peningkatan permintaan selama masa kegiatan.
Melalui penyelenggaraan Bimteknas ini, Partai Hanura berharap dapat menunjukkan bahwa kegiatan politik juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Ke depan, sinergi antara agenda organisasi dan penguatan ekonomi daerah diharapkan terus berlanjut guna mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari tingkat daerah.