Pencarian

Kasus ISPA Palembang Tembus 6.296, Anak-Anak Paling Rentan

Rabu, 14 Oktober 2026 • 13:36:31 WIB
Kasus ISPA Palembang Tembus 6.296, Anak-Anak Paling Rentan
Petugas medis merawat pasien ISPA di RSUD BARI Palembang yang mayoritas anak-anak.

KALIMANTAN BARAT — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Palembang menembus 6.296 kasus pada awal Oktober 2026. RSUD BARI Palembang merawat puluhan pasien yang mayoritas anak-anak. Kabut asap jadi pemicu utama yang perlu diwaspadai orang tua.

Kabut asap yang menyelimuti Palembang sejak awal Oktober 2026 berdampak langsung pada kesehatan warga. RSUD BARI Palembang mencatat lonjakan pasien ISPA yang didominasi anak-anak. Ini bukan sekadar batuk pilek biasa — ISPA pada anak bisa berkembang cepat kalau tidak ditangani tepat.

Bagi ibu yang tinggal di wilayah terdampak asap, mengenali gejala dan tahu kapan harus ke dokter adalah langkah paling penting. Berikut panduan lengkapnya.

Apa Itu ISPA dan Mengapa Anak Lebih Rentan

ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Penyebabnya bisa virus atau bakteri, tapi kualitas udara buruk seperti kabut asap memperparah kondisi.

Anak-anak lebih rentan karena saluran pernapasan mereka masih kecil dan sistem imun belum matang. Paparan asap dalam waktu lama membuat paru-paru anak bekerja lebih keras untuk menyaring udara kotor.

Gejala ISPA pada Anak yang Wajib Ibu Kenali

Gejala awal ISPA sering mirip flu biasa, sehingga banyak orang tua mengabaikannya. Padahal semakin cepat terdeteksi, semakin ringan penanganannya.

  • Batuk terus-menerus, terutama malam hari
  • Pilek dengan lendir kental atau berwarna
  • Demam ringan hingga tinggi
  • Sesak napas atau napas berbunyi
  • Nafsu makan menurun dan anak tampak lemas

Kalau anak menunjukkan dua gejala atau lebih, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan tunggu sampai kondisinya memburuk.

Cara Melindungi Anak dari Dampak Kabut Asap

Paparan asap tidak selalu bisa dihindari, terutama kalau ibu harus tetap beraktivitas di luar rumah. Beberapa langkah sederhana berikut bisa mengurangi risiko.

  • Batasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk
  • Gunakan masker yang sesuai ukuran anak jika harus keluar
  • Tutup jendela dan ventilasi rumah, nyalakan air purifier jika ada
  • Perbanyak asupan air putih dan makanan bergizi
  • Pastikan anak cukup istirahat agar imun tetap kuat

Kapan Harus Segera ke Dokter

Beberapa kondisi ISPA bisa memburuk dengan cepat, terutama pada bayi di bawah dua tahun. Ada tanda-tanda yang tidak boleh ibu abaikan.

Segera bawa anak ke dokter atau rumah sakit jika napasnya sangat cepat, terlihat tarikan di dada, bibir membiru, demam tinggi lebih dari tiga hari, atau anak tidak mau makan dan minum sama sekali. Kondisi seperti ini butuh penanganan medis segera.

Untuk kasus yang lebih ringan, ibu bisa berkonsultasi dengan dokter anak atau layanan kesehatan terdekat. Jangan memberi obat sembarangan tanpa resep, terutama pada bayi.

Yang Perlu Ibu Siapkan di Rumah

Menghadapi musim kabut asap, ada baiknya ibu menyiapkan perlengkapan dasar di rumah. Simpan masker anak, termometer, dan obat penurun demam sesuai anjuran dokter.

Catat juga kontak fasilitas kesehatan terdekat dan nomor layanan gawat darurat. Saat kondisi darurat, kecepatan bertindak sangat menentukan.

Kabut asap di Palembang diperkirakan masih berlangsung beberapa waktu ke depan. Dengan kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat, ibu bisa melindungi anak dari risiko ISPA yang lebih serius.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks