Pencarian

FKDM Kalbar Bahas Karhutla hingga Radikalisme, Siapkan Koordinasi Daerah Beri Masukan ke Pemprov

Selasa, 13 Oktober 2026 • 08:31:01 WIB
FKDM Kalbar Bahas Karhutla hingga Radikalisme, Siapkan Koordinasi Daerah Beri Masukan ke Pemprov
Ketua FKDM Kalbar Muhamad Sani memimpin diskusi internal di Pontianak.

PONTIANAK — Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Kalimantan Barat menggelar diskusi internal sebagai upaya memperkuat kewaspadaan dini sekaligus merumuskan masukan bagi pemerintah daerah. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua FKDM Kalbar Muhamad Sani, S.H., M.A.P.

Diskusi dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus forum, di antaranya Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., Ir. Jakius Sinyor, H. Arif Joni Prasetyo, S.T., M.T., H. Ahmad Kholil, Edi Suhairul, S.Pd.I., CIM, Istardohu, S.Sos., serta Ronaldo Haryanto. Turut hadir Devi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat.

Karhutla hingga Radikalisme Masuk Radar Pembahasan

Sejumlah persoalan strategis menjadi perhatian bersama dalam pertemuan itu. Isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibahas bersama dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

FKDM menilai karhutla perlu diantisipasi lewat peningkatan kewaspadaan, pemantauan kondisi lapangan, serta koordinasi antarpihak. Langkah itu diarahkan untuk meminimalkan risiko kebakaran, kabut asap, gangguan kesehatan, hingga dampak sosial ekonomi warga.

Selain karhutla, potensi penyebaran paham radikalisme turut menjadi bagian pembahasan. Isu ini dikaitkan dengan upaya menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

Dinamika sosial kemasyarakatan dan berbagai isu daerah lain juga masuk dalam pemetaan forum. FKDM menekankan pentingnya pendekatan dialog, edukasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta penguatan nilai kebangsaan untuk mencegah konflik dan kesalahpahaman.

Setiap Isu Dikaji Berdasarkan Informasi yang Dapat Dipertanggungjawabkan

FKDM memandang setiap isu yang berkembang perlu dikaji berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan itu dipilih agar langkah antisipasi yang disiapkan tidak menimbulkan keresahan, stigma, ataupun kesimpulan yang tidak didukung fakta.

Pembahasan dalam forum disebut sebagai bagian dari upaya mencermati perkembangan situasi secara objektif. Forum juga bertukar informasi dan mengidentifikasi potensi kerawanan yang dapat memengaruhi stabilitas serta kondusivitas wilayah Kalimantan Barat.

Koordinasi Daerah Jadi Langkah Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut diskusi internal, FKDM Provinsi Kalimantan Barat akan melakukan koordinasi daerah. Langkah ini untuk memperluas komunikasi dan menghimpun informasi dari berbagai unsur terkait.

Koordinasi tersebut diharapkan memperkuat pemetaan potensi kerawanan, memperjelas persoalan yang membutuhkan perhatian bersama, serta menghasilkan masukan yang relevan bagi pemerintah daerah. Sinergi dengan Kesbangpol, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem kewaspadaan dini yang efektif.

Pertukaran informasi yang baik diharapkan membantu pemerintah memperoleh gambaran situasi yang lebih komprehensif sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan.

Ketua FKDM: Kewaspadaan Dini Harus Diperkuat

Muhamad Sani menegaskan bahwa kewaspadaan dini merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan keharmonisan kehidupan masyarakat. Menurutnya, berbagai perkembangan situasi di daerah perlu dicermati secara serius melalui komunikasi, pertukaran informasi, serta koordinasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

"FKDM memiliki peran strategis dalam mencermati berbagai perkembangan situasi dan dinamika yang terjadi di tengah masyarakat. Karena itu, kita perlu membangun komunikasi, memperkuat koordinasi, serta melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi kerawanan sejak dini agar dapat diantisipasi secara tepat," jelas Ketua FKDM Kalbar.

Muhamad Sani menambahkan, diskusi internal tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan. Forum akan menindaklanjutinya melalui koordinasi daerah dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan.

"Kami ingin agar FKDM tidak hanya berhenti pada diskusi internal, tetapi juga menindaklanjutinya melalui koordinasi daerah dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan. Harapannya, hasil pembahasan ini dapat menjadi masukan yang positif, konstruktif, dan solutif bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah antisipasi serta penanganan berbagai persoalan di masyarakat," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan keharmonisan daerah. Menjaga Kalimantan Barat agar tetap aman, damai, dan kondusif disebut sebagai tanggung jawab bersama.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbarnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks