Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB itu berjalan lancar dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalimantan Barat. Gubernur Ria Norsan menilai kelancaran upacara tersebut mencerminkan semangat kebangsaan masyarakat Kalbar yang masih kuat di usia kemerdekaan yang ke-81.
Pesan Gubernur: Perjuangan Kini dengan Karya Nyata
Di hadapan para pejabat dan tamu undangan, Gubernur Ria Norsan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan aksi konkret sesuai bidang masing-masing. Menurutnya, bentuk perjuangan saat ini tidak lagi menggunakan bambu runcing, melainkan inovasi dan dedikasi dalam bekerja."Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Kemerdekaan ini adalah hasil perjuangan para pahlawan. Kalau sekarang kita tidak berjuang dengan bambu runcing lagi, tidak berjuang dengan senjata lagi, tetapi mari kita berjuang dengan mengisi kemerdekaan di segala bidang sesuai dengan profesi kita masing-masing," ungkapnya.
Mengapa Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa Perlu Dihidupkan?
Kekhawatiran utama Gubernur Ria Norsan adalah lunturnya ingatan generasi muda terhadap sejarah bangsanya sendiri. Ia menyayangkan hilangnya mata pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) yang dulu pernah ada dalam kurikulum nasional."Bung Karno mengatakan jangan lupa dengan 'Jasmerah', yaitu sejarah. Kalau dulu zaman saya ada pelajaran namanya Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB), dan sekarang kan tidak ada lagi. Maka itu harus kita hidupkan kembali," tegasnya.
Paskibraka Asal Putussibau hingga Pontianak Bertugas
Rangkaian upacara berjalan dengan formasi Paskibraka yang telah dikukuhkan sebelumnya. Pembawa baki dipercayakan kepada Utin Lauran Himalaya dari SMA Negeri 2 Putussibau, sementara posisi pembentang bendera diisi Dwi Archiles Pane. Pemegang bendera adalah Riski Saputra Yohanes asal SMA Karya Sekadau, dan Arjuna Putra Sriwijaya dari SMAN 1 Pontianak bertindak sebagai penggerek bendera.Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan beserta istri, Sekretaris Daerah dr. Harisson, serta jajaran Forkopimda turut hadir dalam upacara yang diakhiri dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama tersebut. Gubernur berharap momen ini menjadi pendorong bagi Kalbar untuk bangkit, berinovasi, dan membangun daerah dengan semangat gotong royong. "Merdeka!" ujarnya menutup sambutan.