PONTIANAK — Mahkota Bujang Dare Pontianak 2026 resmi disematkan kepada Jibril Cisse Alindra dan Farras Dila. Pasangan ini keluar sebagai yang terbaik setelah melewati malam final yang digelar di Hotel Ibis Pontianak, Jumat (14/8/2026) malam.
Di posisi runner up 1, ada Bujang Hexaputra Arifianto dan Dare Lathiifah Adila. Adapun Bujang Rayhan Pratama dan Dare Agiesta Putri Shahira berhak menduduki peringkat runner up 2.
Gelar Baru, Tanggung Jawab yang Lebih Besar
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengingatkan bahwa malam penobatan bukanlah akhir dari perjuangan para finalis. Sebaliknya, tanggung jawab sebagai representasi anak muda Kota Pontianak justru baru dimulai.
“Bujang Dare harus menjadi representasi anak muda Pontianak yang cerdas, berkarakter, dan bangga terhadap budaya kotanya,” ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari rilis yang diterima redaksi, Minggu (16/8/2026).
Promosi Kreatif lewat Media Sosial
Edi menilai Kota Pontianak memiliki kekayaan budaya yang besar, tetapi belum tentu dikenal luas. Ia mendorong para pemenang untuk memanfaatkan media sosial sebagai ruang promosi yang efektif bagi generasi muda.
“Promosikan Pontianak dengan cara yang kreatif. Tampilkan budaya, kuliner, destinasi, dan cerita-cerita baik tentang kota ini agar semakin dikenal,” pesannya.
Menurut Edi, kemampuan komunikasi dan kreativitas anak muda adalah modal utama untuk memperkenalkan potensi daerah ke publik yang lebih luas. Ia juga menegaskan bahwa tugas promosi ini tidak hanya dipikul oleh pemenang utama, melainkan seluruh finalis.
Peran Duta di Berbagai Kegiatan Pemerintah
Ke depan, Bujang Dare diharapkan tidak hanya tampil dalam acara seremonial. Mereka juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintah dan masyarakat, mulai dari pelestarian budaya, kampanye kepedulian lingkungan, hingga gerakan cinta produk lokal.
“Semua finalis adalah bagian dari wajah muda Pontianak. Setelah malam penobatan ini, peran mereka tidak berhenti, justru baru dimulai,” jelas Edi.
Ia menambahkan, Pemkot Pontianak berkomitmen terus memberi ruang bagi anak muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Energi dan kreativitas mereka dinilai penting untuk menguatkan kampanye positif di tengah masyarakat.
“Jadilah teladan bagi generasi muda. Bawa nama Pontianak dengan sikap yang baik, tutur kata yang santun, dan semangat untuk terus belajar,” pungkas Edi.
Sementara itu, apresiasi juga disampaikan kepada panitia, dewan juri, dan seluruh pihak yang menyukseskan penyelenggaraan ajang pencarian duta budaya tahunan ini.