KALIMANTAN BARAT — Kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Amerika Selatan menyimpan drama tersendiri bagi Uruguay. Setelah absen di edisi 2006, tim asuhan Oscar Tabarez nyaris kembali gagal melaju ke Afrika Selatan sebelum penalti Diego Forlan di menit akhir menyelamatkan segalanya.
Bermain di Quito bukan perkara mudah. Ketinggian 2.800 meter di atas permukaan laut selalu menjadi mimpi buruk bagi tim tamu. Namun justru di tempat inilah Forlan menunjukkan kelasnya sebagai pemain senior yang berani memikul tanggung jawab besar.
Gol Antonio Valencia dan Respons Cepat Uruguay
Ecuador unggul lebih dulu di babak kedua melalui Antonio Valencia. Tertinggal di kandang lawan yang sulit ditaklukkan membuat peluang Uruguay menuju Piala Dunia nyaris sirna. "Kami terpojok, karena kekalahan akan membuat kami kehilangan kesempatan mencapai Afrika Selatan," kata Forlan kepada FourFourTwo.
Uruguay merespons cepat. Forlan menjadi kreator gol penyama kedudukan lewat assist untuk Luis Suarez. Skor menjadi 1-1, tetapi hasil imbang tidak cukup bagi Uruguay untuk menjaga asa lolos langsung.
Momen Penalti: Keputusan Berani Forlan
Di menit akhir, wasit menunjuk titik putih setelah kiper Ecuador melanggar Edinson Cavani di kotak penalti. Forlan mengambil bola tanpa ragu. "Saya pemain paling berpengalaman, jadi saya memutuskan mengambil bola dan memikul tanggung jawab," ujarnya.
"Meski momennya krusial, saya tidak ingat merasa gugup. Saya menendangnya dengan sempurna ke pojok atas gawang," tambah pemain yang memenangkan Golden Ball di turnamen tersebut.
Dari Play-off ke Semifinal Piala Dunia
Kemenangan dramatis itu membawa Uruguay ke play-off melawan Costa Rica, yang kemudian mereka lewati untuk memastikan tiket ke Afrika Selatan. Perjalanan mereka berlanjut luar biasa: memuncaki grup yang berisi Prancis, Meksiko, dan tuan rumah Afrika Selatan, sebelum akhirnya tersingkir di semifinal oleh Belanda.
Pencapaian itu menjadi yang terbaik Uruguay sejak finis keempat pada 1970. Forlan sendiri tampil gemilang sepanjang turnamen dengan torehan lima gol dan dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen.