KETAPANG — Sekretaris Daerah Ketapang Repalianto membuka bimbingan teknis daerah digitalisasi pembelajaran 2026 bagi guru dan tenaga pendidik jenjang SD. Peserta berjumlah 50 guru terpilih dari sejumlah kecamatan di Ketapang. Bimtek berlangsung empat hari, 2 hingga 5 November 2026, di salah satu hotel di Kota Ketapang.
Kegiatan ini diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Ketapang. Repalianto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kementerian atas dukungan serta kerja sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Ketapang.
Mengapa Digitalisasi Jadi Prioritas Pemkab Ketapang 2025-2030
Repalianto menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu misi Pemerintah Kabupaten Ketapang 2025-2030. Peningkatan kompetensi guru dan pemerataan kualitas pendidikan karena itu menjadi perhatian penting pemerintah daerah.
Menurut dia, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga tenaga pendidik harus mampu beradaptasi dan menaikkan kompetensi. Pemanfaatan teknologi digital dinilai penting untuk mendukung keberlangsungan pembelajaran, termasuk dalam situasi khusus.
Kabut Asap Jadi Alasan Pembelajaran Jarak Jauh Tak Bisa Dihindari
Repalianto menyinggung situasi bencana kabut asap yang mengharuskan penerapan pembelajaran jarak jauh. Kondisi itu membuat kesiapan guru memakai perangkat digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
"Saya berharap kegiatan ini menghasilkan tenaga pendidik yang semakin kompeten, kreatif, dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan mutu pendidikan," harap Repal.
50 Guru Terpilih, Empat Hari Latihan Intensif
Peserta bimtek merupakan guru SD terpilih dari berbagai kecamatan di Ketapang. Selama empat hari, mereka mengikuti pembekalan pemanfaatan teknologi untuk kegiatan belajar-mengajar.
Pemkab Ketapang berharap hasil bimtek menyebar ke sekolah masing-masing peserta. Pemerataan kualitas pendidikan di wilayah kabupaten menjadi ukuran keberhasilan program ini.