Pencarian

2.434 Titik Panas Terpantau di Kalbar dalam Sehari, Gubernur Ria Norsan Minta Warga Hentikan Bakar Lahan

Kamis, 03 September 2026 • 20:44:02 WIB
2.434 Titik Panas Terpantau di Kalbar dalam Sehari, Gubernur Ria Norsan Minta Warga Hentikan Bakar Lahan
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau lokasi kebakaran lahan gambut di Sungai Raya, Kamis (3/9/2026).

PONTIANAK — Ribuan titik panas yang menyebar di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Barat menempatkan provinsi ini dalam status siaga tinggi kebakaran hutan dan lahan. Data BMKG Supadio Pontianak mencatat 2.434 hotspot dalam 24 jam terakhir, sebuah sinyal bahwa potensi karhutla dalam sepekan ke depan berada pada level mengkhawatirkan.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan langsung merespons kondisi tersebut dengan instruksi pencegahan di lapangan. Ia meninjau langsung lokasi kebakaran lahan gambut di kawasan Sekunder C, Sungai Raya, Kamis (3/9/2026), untuk memastikan proses pemadaman berjalan.

Dalam peninjauannya, Norsan menyoroti dampak luas yang bakal ditanggung warga jika pembakaran lahan terus terjadi. Tidak hanya mengganggu kesehatan, kabut asap juga berpotensi melumpuhkan aktivitas penerbangan, terutama karena lokasinya yang dekat dengan bandara.

Kebakaran Gambut di Sungai Raya Sulit Dipadamkan

"Tolonglah, karena kasihan gara-gara membakar lahan, yang korban ribuan orang. Bahaya asap dan lain sebagainya, penerbangan juga nggak bisa karena ini dekat dengan bandara," kata Norsan di Sungai Raya, Kamis (3/9/2026).

Gubernur mengakui penanganan karhutla di lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dan relawan. Luasnya area gambut dan medan yang sulit membuat proses pemadaman membutuhkan waktu serta tenaga yang jauh lebih besar dibanding kebakaran di tanah mineral.

"Hari ini kita lihat di Sekunder C ini terjadi kebakaran tanah gambut. Cukup luas lahan gambut di sini, sehingga pemadam juga kewalahan memadamkannya. Sudah dua hari memadamkan di sini," ujarnya.

Cegah Api Sebelum Meluas ke Permukiman

Norsan menegaskan langkah pencegahan jauh lebih efektif ketimbang pemadaman yang menyita banyak sumber daya. Ia menginstruksikan masyarakat untuk segera melaporkan keberadaan titik api kepada petugas terkecil di lingkungan masing-masing.

BMKG Kalbar turut mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, khususnya pembakaran lahan untuk membuka area baru. Kondisi cuaca kering saat ini disebut dapat mempercepat penyebaran api dan menyulitkan proses pemadaman.

"Peningkatan kewaspadaan diperlukan sebagai bagian dari upaya mencegah meluasnya karhutla dan menekan dampak kabut asap terhadap kesehatan serta aktivitas masyarakat," kata Noven dari BMKG.

Masyarakat diminta terus memantau perkembangan cuaca dan informasi titik panas melalui aplikasi Info BMKG, laman resmi BMKG Kalbar, serta media sosial resmi BMKG.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks