Pencarian

Pemkot Pontianak Raih Penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah 2026, Bukti Tata Kelola Infrastruktur Semakin Profesional

Minggu, 30 Agustus 2026 • 20:29:01 WIB
Pemkot Pontianak Raih Penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah 2026, Bukti Tata Kelola Infrastruktur Semakin Profesional
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menunjukkan piagam penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) Tahun 2026 untuk klasifikasi kota.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Kalimantan Barat, meraih piagam penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) Tahun 2026 untuk klasifikasi kota. Apresiasi tingkat nasional ini diberikan atas keberhasilan daerah dalam memperkuat tata kelola pembangunan praktik keinsinyuran infrastruktur dan layanan dasar. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

PONTIANAK — Kota Pontianak kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, pemerintah kota meraih piagam penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) Tahun 2026 untuk klasifikasi kota, sebuah pengakuan atas komitmen daerah dalam menerapkan praktik keinsinyuran yang akuntabel dan profesional.

Penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Di baliknya, terdapat penilaian ketat terhadap kepatuhan pemerintah daerah dalam pembinaan dan penerapan praktik keinsinyuran, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

Mengapa Indeks Keinsinyuran Daerah Penting bagi Warga?

IKD menjadi alat ukur untuk memetakan sejauh mana praktik keinsinyuran diterapkan dalam pembangunan daerah. Lebih dari itu, indeks ini dirancang untuk memastikan setiap proyek infrastruktur—mulai dari jalan, jembatan, hingga bangunan publik—dikerjakan berdasarkan standar kelayakan yang ketat.

“Pembangunan infrastruktur harus memperhatikan kualitas, keamanan, efisiensi dan manfaat jangka panjang. Karena itu, peran keinsinyuran menjadi penting dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai standar,” ujar Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan di Pontianak, Minggu.

Bagi masyarakat, dampaknya sangat konkret. Infrastruktur yang dirancang dan diawasi oleh tenaga profesional akan lebih aman digunakan, lebih tahan lama, dan anggarannya lebih efisien karena tidak mudah rusak.

Dari 546 Daerah, Hanya 327 yang Berpartisipasi

Pengukuran IKD 2026 diikuti oleh 327 pemerintah daerah dari total 546 pemerintah daerah di Indonesia. Peserta terdiri dari 37 provinsi, 247 kabupaten, dan 43 kota. Dari jumlah tersebut, Pontianak berhasil masuk dalam jajaran daerah penerima penghargaan untuk kategori kota.

Capaian ini menunjukkan bahwa Pontianak serius dalam membenahi tata kelola pembangunan. “Alhamdulillah, Kota Pontianak kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Bahasan.

Target ke Depan: Perkuat Kompetensi SDM Teknis

Bahasan menjelaskan, pembangunan kota tidak hanya membutuhkan perencanaan yang baik, tetapi juga tata kelola teknis yang akuntabel. Kebutuhan infrastruktur dan layanan dasar masyarakat yang terus meningkat menuntut setiap pekerjaan pembangunan dirancang, dilaksanakan, dan diawasi secara profesional.

“Yang paling penting, penghargaan ini harus berdampak pada kualitas pembangunan. Infrastruktur yang kita bangun harus benar-benar bermanfaat, aman, dan bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, Pemkot Pontianak menargetkan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) teknis di lingkungan perangkat daerah. Perencanaan, pengawasan, dan pelaksanaan pembangunan harus didukung tenaga yang kompeten dan memahami standar teknis.

“Ke depan, kita ingin SDM teknis semakin kuat. Perencanaan, pengawasan, dan pelaksanaan pembangunan harus didukung tenaga yang kompeten, profesional, dan memahami standar teknis,” pungkas Bahasan.

Penghargaan ini juga dinilai sejalan dengan komitmen Pemkot Pontianak membangun kota yang lebih tertata, aman, dan berkelanjutan. Praktik keinsinyuran yang baik berdampak langsung pada mutu infrastruktur, efisiensi anggaran, akuntabilitas, dan daya saing daerah.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks