Pencarian

Review Samsung Galaxy Tab S12 Ultra: Bocoran Spesifikasi, Harga Rp 22 Juta, dan Risiko Chip MediaTek

Rabu, 05 Agustus 2026 • 20:51:01 WIB
Review Samsung Galaxy Tab S12 Ultra: Bocoran Spesifikasi, Harga Rp 22 Juta, dan Risiko Chip MediaTek
Samsung Galaxy Tab S12 Ultra terlihat dalam sesi foto produk dengan layar 14,6 inci dan bodi setebal 5,4 mm.

KALIMANTAN BARAT — Bocoran spesifikasi Galaxy Tab S12 Ultra mulai bertebaran di internet, dan satu hal yang paling menonjol bukanlah layarnya yang tetap 14,6 inci, melainkan keputusan Samsung berpindah dari chipset Qualcomm ke MediaTek. Kabar ini pertama kali muncul lewat hasil benchmark Geekbench yang beredar, dan langsung memicu perdebatan di kalangan penggemar.

Perlu dicatat, artikel ini disusun berdasarkan bocoran dan data benchmark yang belum diverifikasi Samsung. Semua angka di bawah bisa berubah saat peluncuran resmi yang dijadwalkan sekitar September 2026.

MediaTek Dimensity 9500: Lompatan Berani atau Langkah Mundur?

Ini keputusan paling kontroversial dari Tab S12 Ultra. Alih-alih Snapdragon generasi terbaru, Samsung dikabarkan memakai Dimensity 9500 dengan konfigurasi delapan inti dan clock speed utama hingga 4,21 GHz. Hasil Geekbench yang beredar menunjukkan skor 2.424 untuk single-core dan 8.466 untuk multi-core—angka yang lebih tinggi dari generasi Tab S11 Ultra.

Namun, skor benchmark tidak selalu menerjemahkan pengalaman harian. MediaTek memang sudah berkembang pesat, tapi soal efisiensi daya dan dukungan driver jangka panjang, ekosistem Qualcomm masih lebih matang. Bagi yang berencana memakai tablet ini 3-4 tahun ke depan, ini catatan penting.

Samsung beralasan perpindahan ini karena krisis pasokan RAM global yang memaksa efisiensi biaya produksi. Artinya, harga bisa ditekan, tapi konsumen yang membayar Rp 22 juta tetap berhak mempertanyakan konsistensi performa jangka panjang.

Desain Tipis 5,4 mm, Tapi Notch-nya Ketinggalan Zaman?

Dimensi bocoran menunjukkan bodi setebal 5,4 mm dengan layar Dynamic AMOLED 2X 14,6 inci. Tipis dan ringan, ideal untuk dibawa meeting atau dipakai baca dokumen lama-lama. Sayangnya, Samsung disebut tetap mempertahankan notch/poni di bagian atas layar—bukan desain hole-punch yang lebih modern.

Untuk produk sekelas ini di tahun 2026, poni terasa seperti keputusan desain yang konservatif. Mungkin Samsung ingin mempertahankan sensor kamera depan 12MP yang mampu merekam video 4K, tapi secara estetika, ini bisa jadi poin minus di mata pembeli yang sudah terbiasa dengan layar full-screen.

Bagian belakang membawa kamera utama 13MP dan ultra-wide 8MP dengan lampu flash LED. Bukan spesifikasi yang mengesankan untuk harga segini, tapi untuk tablet, kamera jarang jadi prioritas utama.

Baterai 11.600 mAh dan Pengisian 45W: Cukup atau Kurang?

Kapasitas baterai 11.600 mAh terdengar besar, dan untuk pemakaian normal seperti browsing, nonton video, dan mencatat, daya tahan seharian penuh sangat mungkin tercapai. Namun, pengisian daya 45W di kelas harga Rp 22 juta terasa kurang kompetitif. Kompetitor seperti iPad Pro sudah mendukung pengisian lebih cepat, dan pengguna yang sering mobile akan merasakan waktu ngecas yang lebih lama.

Untuk konteks: mengisi baterai sebesar ini dari kosong hingga penuh dengan 45W bisa memakan waktu lebih dari 1,5 jam. Bukan masalah besar kalau charging dilakukan semalaman, tapi untuk skenario "buru-buru mau meeting dan baterai tinggal 10%", ini kurang ideal.

RAM 12GB, Storage hingga 1TB, dan Dukungan Software 7 Tahun

Konfigurasi awal RAM 12GB dengan storage 256GB, dan opsi hingga 1TB untuk pengguna profesional. Ini spesifikasi yang mumpuni untuk multitasking berat, editing video, atau menggambar dengan S Pen yang masih disertakan dalam kotak penjualan—poin plus yang jarang dimiliki kompetitor.

Konektivitasnya juga sudah siap masa depan: Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, dan rating IP68 untuk ketahanan air dan debu. Sistem operasi Android 17 dengan One UI 9.0 akan langsung berjalan di perangkat ini, dan Samsung berkomitmen memberikan pembaruan selama tujuh tahun—jangka waktu yang sama dengan kebijakan update untuk lini Galaxy S series.

Harga Rp 22 Juta: Worth It atau Terlalu Mahal?

Dengan estimasi harga $1.400 atau sekitar Rp 22 juta untuk model dasar, Tab S12 Ultra langsung bersaing di wilayah iPad Pro 13 inci. Untuk uang sebanyak itu, pembeli berhak mendapatkan performa tanpa kompromi dan daya tahan baterai yang konsisten—dua hal yang belum bisa dipastikan dari bocoran yang ada.

Kenaikan harga ini diprediksi terjadi karena peningkatan spesifikasi internal yang signifikan. Namun, keputusan memakai MediaTek di segmen harga premium adalah taruhan besar. Kalau performa dan efisiensinya terbukti di pengujian nyata, ini bisa jadi langkah cerdas. Kalau tidak, Samsung berisiko kehilangan konsumen setia yang selama ini percaya pada chipset Snapdragon.

Kesimpulan Awal: Tunggu Review Langsung Sebelum Memutuskan

Galaxy Tab S12 Ultra punya pondasi yang menarik: layar AMOLED lega, bodi super tipis, baterai besar, dan dukungan software panjang. Tapi ada tiga tanda tanya besar yang belum terjawab: konsistensi performa Dimensity 9500, kecepatan charging 45W yang kurang greget, dan desain notch yang terasa kuno.

Untuk pembaca yang sedang menabung Rp 22 juta, saran kami: jangan pre-order membabi buta. Tunggu hasil review hands-on dari reviewer tepercaya setelah perangkat rilis. Yang terpenting, uji langsung di toko—rasakan beratnya, lihat kualitas layarnya, dan coba S Pen-nya. Di kelas harga ini, kenyamanan harian jauh lebih penting daripada angka benchmark.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ayojakarta.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks