KALIMANTAN BARAT — Lenovo, salah satu vendor laptop terbesar di Amerika Serikat, mulai menggunakan solid-state drive (SSD) buatan Yangtze Memory Technologies Co. (YMTC) pada produk ritelnya. Temuan ini pertama kali dilaporkan oleh Notebookcheck dalam ulasan mereka terhadap Lenovo ThinkBook 14 G9 IPL yang dijual di AS.
SSD YMTC di Laptop Lenovo: Performa di Bawah Ekspektasi
Dalam pengujiannya, Notebookcheck menemukan bahwa laptop tersebut dibekali SSD YMTC M.2 NVMe PCIe 4.0 berkapasitas 512 GB. Media itu menilai performa drive ini “di bawah rata-rata untuk sebuah SSD di laptop kantoran” dan tidak mampu bersaing dengan SSD terbaik yang ada di pasaran saat ini.
Meski demikian, bagi target pasar laptop ini—pekerja kantoran yang membutuhkan perangkat untuk tugas sehari-hari—perbedaan kecepatan baca/tulis mungkin tidak terasa signifikan. Selama SSD tersebut masih lebih cepat dari hard disk tradisional, sebagian besar pengguna awam diperkirakan tetap puas dengan kinerjanya.
Langkah Berani di Tengah Embargo AS
Yang menarik, langkah ini terjadi meskipun YMTC masuk dalam daftar entitas (Entity List) Kementerian Perdagangan AS sejak 2022. Pemerintah AS juga menetapkan YMTC sebagai perusahaan militer China. Status ini seharusnya membatasi akses YMTC terhadap teknologi buatan AS, namun tidak melarang Lenovo—yang bermarkas di China—untuk mengimpor dan menjual laptop berisi komponen tersebut di AS.
Situasi serupa juga dialami oleh Apple. Perusahaan tersebut dilaporkan sedang meminta izin kepada pemerintah AS untuk membeli chip memori dari CXMT, perusahaan China lain yang juga masuk daftar perusahaan militer China. Hal ini menunjukkan betapa parahnya krisis chip memori yang dipicu oleh lonjakan permintaan infrastruktur AI.
Harga dan Ketersediaan di Amazon
Lenovo ThinkBook 14 G9 IPL dengan SSD YMTC ini sudah bisa dipesan di Amazon dengan harga USD 1.124,25 (sekitar Rp 18,5 juta). Laptop ini diposisikan sebagai perangkat kantoran yang relatif terjangkau, sehingga berpotensi terjual dalam jumlah besar melalui pembelian korporat.
Namun, institusi yang bergerak di sektor sensitif atau instansi pemerintah mungkin akan menghadapi kendala pengadaan karena status YMTC sebagai perusahaan militer China. Meski begitu, bagi konsumen tanpa batasan tersebut, laptop ini tetap menjadi opsi yang lebih murah di tengah kenaikan harga komponen.
Dampak ke Pasar Laptop AS
Langkah Lenovo ini dinilai penting karena perusahaan tersebut adalah salah satu merek laptop terbesar di AS berdasarkan volume penjualan. Data menunjukkan bahwa meskipun pengiriman PC turun 7% pada kuartal pertama 2026, pangsa pasar Lenovo justru naik 1,2%, menjadikannya merek desktop dan notebook terbesar ketiga setelah Dell dan HP.
Penggunaan SSD YMTC secara luas di lini produk ThinkBook berpotensi meningkatkan adopsi solusi penyimpanan China di pasar AS. Ini menjadi sinyal bahwa produsen PC besar mulai merelakan ketergantungan pada pemasok tradisional seperti Samsung, SK hynix, Kioxia, Micron, dan SanDisk demi menjaga pasokan dan harga tetap kompetitif.
Catatan: Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan laptop Lenovo dengan SSD YMTC di Indonesia. Jika tertarik, pantau terus kanal distribusi resmi Lenovo Indonesia untuk update terbaru.