Yani, warga Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, mengaku kesal saat nasi di magic jar-nya hanya setengah matang akibat listrik tiba-tiba padam. "Terpaksa pakai dandang tapi jadinya ndak enak," ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Di Pontianak, Dodi kecewa berat lantaran tak bisa menonton pertandingan Piala Dunia antara Portugal melawan Kroasia. "Baru nonton di menit 15 tiba-tiba listrik padam. Ancorr lah cam ini. Cobe infokan awal awal," keluhnya dengan logat Melayu kental.
Deni, pengusaha stempel di Jalan Imam Bonjol Pontianak, juga terkena imbas. Ia mengaku tak bisa menyelesaikan pesanan pelanggan karena mesin mati total. "Udah empat jam ni bang," ucapnya.
PLN Akui Gangguan Teknis, Pemadaman Berlangsung 5 Jam Per Sesi
Dalam pemberitahuan yang beredar di grup WhatsApp, Manager ULP Sungai Raya PLN menyatakan pemadaman dilakukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan. "Sehubungan dengan adanya gangguan teknis pada pembangkit yang berdampak pada pasokan daya sistem, PLN akan melakukan pengaturan operasi sistem kelistrikan," demikian isi pengumuman tersebut.
Pemadaman dijadwalkan dalam tiga sesi waktu pada Jumat (3/7/2026), masing-masing berdurasi sekitar lima jam: pukul 08.30–13.30 WIB, 12.30–17.30 WIB, dan 17.30–22.30 WIB. Wilayah terdampak mencakup Jalan Ayani 2, Arteri Supadio, Qubu Resort, Jalan Adisucipto, Serdam 1, Komplek Untan, serta kawasan Nurul Huda dan Parit Hj Mukhsin.
Tujuh Daerah Terdampak, Warga Ramai Komplain di Medsos
Pemadaman dilaporkan meluas ke tujuh wilayah di Kalbar: Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sambas, Ketapang, dan Sintang. Beberapa daerah bahkan sudah mengalami pemadaman sejak Kamis (2/7/2026).
Kekesalan warga juga membanjiri akun resmi Perusahaan Listrik Negara Kalbar di media sosial. Beragam komentar bernada protes disampaikan, terutama soal ketiadaan informasi jadwal pemadaman yang jelas sebelumnya. PLN menyatakan terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.