Pencarian

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan Hadiri Haul Raja Kubu ke-238, Minta Keraton Segera Ajukan Proposal Perbaikan Istana

Minggu, 14 Juni 2026 • 19:00:31 WIB
Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan Hadiri Haul Raja Kubu ke-238, Minta Keraton Segera Ajukan Proposal Perbaikan Istana
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan hadir pada Haul Raja Kubu ke-238 di Istana Keraton Kesultanan Kubu.

KUBU RAYA — Sebuah tradisi yang telah berlangsung lebih dari dua abad kembali digelar di halaman Istana Keraton Kesultanan Kubu. Haul Agung Raja Kubu ke-238 tahun ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, yang datang bersama sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.

Acara yang berlangsung khidmat itu turut dihadiri Yang Mulia Raja Kubu ke-XI, Syarif Ibrahim Bin Nyoh Al-Idrus, Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto, para ulama, habaib, serta keluarga besar kesultanan. Krisantus menyebut haul ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bukti nyata bahwa fondasi bangsa dibangun di atas peradaban kerajaan dan kesultanan yang luhur.

"Haul ini sudah berusia 238 tahun, sebuah perjalanan waktu yang sangat panjang, bahkan lebih tua dari usia Republik Indonesia," ujarnya di hadapan ratusan warga yang memadati halaman istana.

Anggaran Perbaikan Istana Segera Diproses

Salah satu poin penting yang disampaikan Krisantus dalam sambutannya adalah komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk merawat situs bersejarah tersebut. Ia meminta pihak keraton segera menyusun proposal perbaikan infrastruktur, khususnya halaman dan lantai istana yang mulai rusak.

"Segera ajukan proposalnya, kami akan tindaklanjuti dengan cepat," tegas Krisantus, yang dikenal dengan gaya bicaranya yang merakyat.

Langkah ini diambil untuk memastikan Istana Keraton Kubu tetap layak digunakan sebagai pusat kegiatan budaya dan keagamaan masyarakat setempat.

Miniatur Kebhinekaan di Bumi Khatulistiwa

Di luar aspek fisik bangunan, Wagub Krisantus juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan di Kalimantan Barat. Ia menyebut provinsi ini sebagai miniatur kebhinekaan Indonesia dengan 24 suku bangsa yang hidup berdampingan.

Dalam pidatonya, ia secara tegas menolak dikotomi antara masyarakat "asli" dan "pendatang". Menurutnya, setiap orang yang sudah tinggal dan hidup di Kalimantan Barat adalah putra daerah yang berhak mendapat pelayanan dan perlindungan yang sama dari pemerintah.

"Suku apa pun, agama apa pun, jika sudah berada dan hidup di Kalimantan Barat, maka mereka adalah Putra Daerah Kalimantan Barat," katanya.

Ia menganalogikan perbedaan yang ada seperti sebuah tenda. "Kokoh berdiri karena kain, besi, dan kayu saling mengikat dan bersatu untuk melindungi dari panas dan hujan," tambahnya.

Pintu Wagub Terbuka untuk Semua

Menutup arahannya, Krisantus yang juga dikenal humoris mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sungkan berkomunikasi dengan pemerintah provinsi. Ia menegaskan bahwa jabatan tidak mengubah dirinya.

"Jika ada urusan kemasyarakatan atau pemerintahan tingkat provinsi, silakan datang ke kantor gubernur. Pintu ruangan Wakil Gubernur selalu terbuka lebar untuk Bapak, Ibu, dan saudara sekalian," pungkasnya.

Haul Agung Raja Kubu ke-238 tahun ini juga dihadiri oleh Habib Muhamad Bin Syech Abubakar, Habib Toha, Habib Abdul Qodir Baagil, unsur Forkopimda Kabupaten Kubu Raya, jajaran DPRD setempat, Direktur PT Jamkrida, serta Kepala Divisi Perencanaan Bank Kalbar.

Bagikan
Sumber: jurnalis.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks