MEMPAWAH — Jembatan Garuda bukan sekadar beton dan besi. Bagi warga RT.002 RW.001 Kelurahan Tanjung, jembatan ini adalah urat nadi kehidupan yang selama sepuluh tahun terakhir terasa putus. Kini, setelah sekian lama menanti, akses menuju pusat kota dan sekolah untuk anak-anak mereka kembali terbuka lebar.
Bukan Sekadar Jembatan, Melainkan Harapan Baru
Ketua RT setempat, Suryadi (43), tak bisa menyembunyikan rasa harunya. “Perasaan kami sangat senang dan terharu. Hampir 10 tahun kami menunggu perbaikan jembatan ini,” ujarnya kepada awak media. Ia menambahkan, keberadaan jembatan ini akan sangat membantu aktivitas warga, terutama anak-anak yang hendak bersekolah dan para pedagang yang menggantungkan hidup pada akses ke pusat kota.
Peran TNI dan Program Presiden di Balik Rampungnya Proyek
Kehadiran Jembatan Garuda di tengah masyarakat Tanjung tidak lepas dari sinergi pemerintah pusat dan aparat kewilayahan. Dandim 1201/Mempawah, Letkol Czi Ali Isnaini, menegaskan bahwa proyek ini adalah wujud nyata kehadiran negara. “Alhamdulillah, pembangunan Jembatan Garuda telah selesai dikerjakan dan kini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah melalui program Presiden Republik Indonesia,” jelasnya.
Dampak Langsung: Dari Mobilitas Warga hingga Ekonomi Lokal
Sebelum jembatan ini rampung, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih panjang dan tidak jarang membahayakan, terutama saat musim hujan. Kini, dengan lebar 5 meter, jembatan ini tidak hanya mempermudah akses pejalan kaki dan kendaraan roda dua, tetapi juga membuka peluang bagi roda ekonomi desa. Warga berharap, kelancaran distribusi barang dan jasa ke Kelurahan Tanjung bisa meningkat drastis.
Letkol Ali Isnaini juga berpesan agar warga bersama-sama menjaga infrastruktur ini. “Semoga jembatan ini dapat dijaga dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang,” tambahnya.
Akses Aman untuk Anak Sekolah, Angin Segar bagi Orang Tua
Bagi para orang tua di Tanjung, kekhawatiran terbesar selama ini adalah keselamatan anak-anak mereka saat berangkat sekolah. Jembatan kayu darurat yang kerap licin dan rapuh menjadi momok setiap pagi. Dengan hadirnya Jembatan Garuda yang kokoh, kekhawatiran itu perlahan sirna. “Kini akses menjadi lebih mudah, aman, dan nyaman. Kami berharap jembatan ini dapat membawa manfaat besar bagi seluruh warga dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkas Suryadi.