KUBU RAYA — Tani Merdeka Indonesia Kalbar tidak hanya menyatakan dukungan verbal terhadap program ketahanan pangan nasional. Organisasi ini juga turun langsung mengawal distribusi pupuk bersubsidi agar sampai ke tangan petani tanpa hambatan.
Peran Strategis di Garis Depan Ketahanan Pangan
Sekretaris Jenderal DPW Tani Merdeka Indonesia Kalbar, Muhammad Pramulya, menyebut organisasinya memiliki peran strategis dalam pemberdayaan petani dan koordinasi lintas sektoral. “Kami selalu mendukung program apa pun yang dilaksanakan oleh Kemenko Pangan, kementerian terkait, bahkan Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
Salah satu fokus utama mereka adalah memastikan distribusi pupuk berjalan lancar. “Kalau terkait pupuk, kami selalu membantu distribusinya. Intinya, distribusi pupuk aman dan bisa sampai ke tingkat petani,” kata Pramulya.
Kepastian Harga Gabah dan Stok Pupuk Jadi Jaminan Petani
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalbar, M. Saufi, menyambut baik kunjungan Menko Pangan Zulkifli Hasan ke Kalbar. Ia menilai langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah mendengar keluhan petani di daerah.
Saufi mengapresiasi jaminan harga gabah di tingkat petani yang ditetapkan Rp7.000 per kilogram. “Kami berterima kasih kepada Bapak Menko Pangan yang telah memastikan stok dan distribusi pupuk aman. Ini tentu memberikan kepastian dan rasa tenang bagi para petani,” ungkapnya.
Menurut Saufi, kepastian harga dan ketersediaan pupuk menjadi dua faktor utama penentu kesejahteraan petani. Dengan jaminan itu, petani bisa lebih fokus meningkatkan produksi tanpa khawatir fluktuasi harga atau keterbatasan sarana produksi.
Rembuk Tani 2026: Wadah Dialog Petani dan Pemerintah
Agenda Rembuk Tani 2026 di Kalimantan Barat menjadi forum dialog antara pemerintah, organisasi petani, kelompok tani, dan pelaku sektor pertanian. Diskusi membahas berbagai tantangan serta strategi peningkatan produksi pangan di daerah.
Pramulya menambahkan, Tani Merdeka Kalbar akan terus berada di garis depan dalam mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian. “Sebagai organisasi, kami mempunyai peran untuk mendukung program Kemenko Pangan terkait ketahanan pangan,” tegasnya.