KALIMANTAN BARAT — Penyesuaian harga tidak menyentuh segmen BBM subsidi. Pertalite tetap dibanderol Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter. Artinya, beban pengguna kendaraan roda dua dan angkutan umum yang mengandalkan BBM subsidi tidak berubah.
Diesel Nonsubsidi Turun, Bensin Premium Naik
Dari pantauan harga terbaru, Dexlite dan Pertamina Dex mencatat penurunan paling signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi harga minyak dunia dalam beberapa pekan terakhir.
Sebaliknya, Pertamax Turbo—bahan bakar bensin oktan tinggi—justru naik di sejumlah wilayah. Kenaikan ini memicu pertanyaan di kalangan pengguna kendaraan performa tinggi dan masyarakat yang beralih ke BBM non-subsidi demi efisiensi mesin.
Mengapa Harga BBM Subsidi Tak Berubah?
Keputusan pemerintah dan Pertamina mempertahankan harga Pertalite dan Biosolar sudah bisa diprediksi. Kedua produk ini masuk kategori BBM subsidi yang alokasi dan harganya diatur langsung oleh pemerintah melalui APBN. Sepanjang 2026, kuota subsidi energi menjadi salah satu pos belanja negara yang paling dijaga ketat di tengah tekanan inflasi global.
Dengan harga tetap, masyarakat berpenghasilan rendah dan sektor transportasi umum masih bisa mengakses bahan bakar dengan biaya sama. Namun, beban subsidi yang ditanggung negara tetap besar, mengingat harga keekonomian BBM saat ini masih berada di atas harga jual eceran.
Apa Dampak Penurunan Harga Solar Nonsubsidi bagi Sektor Logistik?
Penurunan harga Dexlite dan Pertamina Dex menjadi angin segar bagi pelaku usaha logistik dan transportasi barang di Indonesia. Sebagian besar armada truk dan kendaraan niaga menggunakan solar nonsubsidi karena kualitasnya lebih baik dan ramah lingkungan.
Meski penurunannya tidak terlalu besar, dalam volume pembelian harian yang tinggi, selisih harga ini bisa menekan biaya operasional secara signifikan. Di sisi lain, kenaikan Pertamax Turbo justru mendorong pengguna kendaraan pribadi untuk kembali mempertimbangkan efisiensi bahan bakar.
Apakah Harga BBM Akan Kembali Berubah dalam Waktu Dekat?
Pertamina biasanya mengevaluasi harga BBM nonsubsidi setiap tanggal 1 dan 15 setiap bulan, mengacu pada perkembangan harga minyak mentah dunia dan kurs rupiah. Dengan volatilitas harga minyak yang masih tinggi akibat ketegangan geopolitik, bukan tidak mungkin harga BBM nonsubsidi kembali berubah pada pertengahan Juni nanti.
Bagi masyarakat yang ingin memantau harga terkini, Pertamina menyediakan informasi melalui aplikasi MyPertamina dan website resmi perusahaan. Setiap SPBU juga diwajibkan mencantumkan harga terbaru sesuai ketetapan yang berlaku.