Pencarian

Huawei Targetkan Produksi Cip Setara 1,4 Nm pada 2031, Tertinggal Lima Tahun dari TSMC dan Samsung

Minggu, 31 Mei 2026 • 21:05:35 WIB
Huawei Targetkan Produksi Cip Setara 1,4 Nm pada 2031, Tertinggal Lima Tahun dari TSMC dan Samsung
Huawei menargetkan produksi cip 1,4 nm pada 2031, tertinggal lima tahun dari TSMC dan Samsung.

PONTIANAK — Ambisi Huawei untuk mengejar ketertinggalan di industri semikonduktor global kian jelas. Perusahaan asal China itu menargetkan produksi massal cip setara 1,4 nm pada 2031, sebuah langkah yang disebut-sebut sebagai tantangan langsung bagi dominasi TSMC dan Samsung.

Namun, berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, target tersebut masih menyisakan jarak yang cukup lebar. TSMC, pemimpin pasar saat ini, telah mengumumkan bahwa teknologi produksi cip 1,4 nm miliknya akan memasuki tahap produksi massal pada 2028. Artinya, jika Huawei berhasil memenuhi targetnya, perusahaan itu diperkirakan masih tertinggal sekitar lima tahun dari kompetitor utamanya.

Hambatan Sanksi dan Strategi Alternatif

Sejak 2019, pembatasan ekspor dari Washington membuat Huawei kesulitan memperoleh mesin litografi dan perangkat manufaktur mutakhir yang menjadi tulang punggung produksi semikonduktor generasi terbaru. Meski demikian, perusahaan meyakini inovasi dan efisiensi produksi dapat menjadi modal untuk menghadirkan produk yang kompetitif.

Dalam laporan The Wall Street Journal, Kepala Departemen Chip Huawei He Tingbo menyatakan bahwa perusahaan akan fokus menawarkan solusi semikonduktor yang layak digunakan sekaligus memiliki harga yang lebih terjangkau bagi pelanggan. Strategi ini menjadi kunci di tengah tekanan geopolitik yang masih membelit perusahaan.

Posisi China di Peta Semikonduktor Global

Saat ini, kemampuan produksi cip China masih didominasi oleh Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC). Perusahaan tersebut diketahui baru mampu memproduksi cip dengan proses 7 nm, yang digunakan pada perangkat Huawei Mate 60. Teknologi manufaktur China memang belum setara dengan para pesaing global, namun Huawei terus memperkuat pengembangan desain cip sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi Barat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar China memperkuat kemandirian sektor teknologi, khususnya di bidang semikonduktor yang kini dianggap sebagai komponen strategis dalam berbagai industri modern—dari kecerdasan buatan (AI), pusat data, kendaraan listrik, hingga perangkat elektronik generasi baru.

Mengapa Teknologi 1,4 Nm Begitu Krusial?

Persaingan di sektor cip global semakin sengit seiring meningkatnya kebutuhan perangkat komputasi berperforma tinggi. Kemampuan menghadirkan cip yang lebih kecil, lebih cepat, dan lebih hemat energi diperkirakan akan menjadi faktor penentu dalam persaingan teknologi global ke depan. Karena itu, langkah Huawei menuju teknologi setara 1,4 nm akan menjadi salah satu perkembangan yang terus mendapat perhatian pelaku industri dunia.

Dengan jadwal produksi massal yang masih tujuh tahun lagi, Huawei masih memiliki waktu panjang untuk membuktikan bahwa inovasi dapat mengatasi hambatan politik dan perdagangan. Namun, tanpa akses ke peralatan mutakhir, jalan menuju 1,4 nm dipastikan tidak akan mudah.

Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks