Pencarian

Orangutan Terluka Masuk Sawah dan Dekati Permukiman Warga di Seponti, Kayong Utara

Selasa, 26 Mei 2026 • 19:08:29 WIB
Orangutan Terluka Masuk Sawah dan Dekati Permukiman Warga di Seponti, Kayong Utara
Orangutan terluka terlihat berjalan pincang di persawahan Desa Sungai Sepeti, Kayong Utara.

KAYONG UTARA — Seekor orangutan yang diduga terluka memasuki kawasan persawahan dan mendekati pemukiman warga di Desa Sungai Sepeti, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (17/4) sore dan langsung dilaporkan oleh warga kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, orangutan tersebut terlihat berjalan tertatih-tatih di pematang sawah dengan kondisi fisik yang tidak prima. Warga yang melihat langsung mengaku khawatir jika satwa tersebut akan memasuki area permukiman yang hanya berjarak puluhan meter dari lokasi kejadian.

Kondisi Orangutan Terlihat Lemah dan Luka

Dari jarak pandang warga, bagian tubuh orangutan itu tampak ada luka terbuka di beberapa titik. "Kami lihat dia jalannya pincang. Mungkin kena jerat atau berkelahi dengan orangutan lain," ujar seorang warga setempat yang enggan disebut namanya.

Petugas BKSDA yang tiba di lokasi langsung melakukan observasi awal dan mengamankan area sekitar. Mereka belum bisa memastikan penyebab pasti luka pada satwa tersebut sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Konflik Satwa Liar dan Manusia Kian Marak di Kalbar

Kemunculan orangutan di area pertanian dan permukiman warga di Kalimantan Barat bukanlah kali pertama. Dalam dua tahun terakhir, kasus serupa terjadi di beberapa titik di Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang. Fragmentasi hutan akibat alih fungsi lahan menjadi salah satu pemicu utama.

BKSDA Kalbar mencatat, sejak 2023 hingga awal 2025, setidaknya ada 12 laporan konflik orangutan-manusia di wilayah pesisir Kalimantan Barat. Sebagian besar kasus berakhir dengan evakuasi satwa ke pusat rehabilitasi.

Langkah Evakuasi dan Penanganan Medis

Tim medis dari BKSDA bersama dokter hewan dari yayasan konservasi setempat direncanakan akan melakukan penanganan darurat di lokasi. Jika kondisi orangutan dinilai tidak memungkinkan untuk dilepasliarkan kembali, satwa tersebut akan dibawa ke pusat rehabilitasi orangutan di Ketapang.

Warga diimbau untuk tidak mendekati atau mencoba menangkap sendiri satwa tersebut. "Orangutan adalah satwa liar yang dilindungi. Jika terluka, mereka bisa bersikap agresif karena stres," kata petugas BKSDA di lapangan.

Fakta Singkat Kemunculan Orangutan di Seponti

  • Lokasi: Desa Sungai Sepeti, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara
  • Kondisi satwa: Terluka, berjalan pincang, diduga terkena jerat
  • Tindak lanjut: Evakuasi dan penanganan medis oleh tim BKSDA
  • Jarak dari permukiman: Kurang dari 50 meter dari rumah warga

Hingga berita ini diturunkan, tim BKSDA masih berada di lokasi untuk memastikan orangutan tersebut tidak kembali mendekati permukiman. Warga diminta tetap waspada dan segera melapor jika melihat pergerakan satwa liar di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks