Pencarian

Gubernur Kalbar Risman Pasang Target 100 Hari untuk Perbaikan Jembatan Ambruk di Kubu Raya, Akses Warga Terputus Total

Senin, 25 Mei 2026 • 14:32:01 WIB
Gubernur Kalbar Risman Pasang Target 100 Hari untuk Perbaikan Jembatan Ambruk di Kubu Raya, Akses Warga Terputus Total
Gubernur Kalbar Risman menargetkan perbaikan jembatan ambruk di Kubu Raya selesai dalam 100 hari.

KUBU RAYA — Ambruknya jembatan di Kubu Raya langsung menghentikan mobilitas warga dari tiga desa yang selama ini bergantung pada infrastruktur tersebut. Truk pengangkut hasil bumi, kendaraan roda dua, hingga pejalan kaki kini harus memutar hingga 12 kilometer melalui jalur alternatif yang kondisinya rusak berat.

Gubernur Kalbar Risman yang meninjau lokasi pada Selasa (16/4) langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalbar untuk memulai pekerjaan konstruksi jembatan darurat. "Kami targetkan selesai dalam 100 hari. Ini prioritas karena menyangkut hajat hidup warga," ujarnya di hadapan warga yang menunggu di tepi sungai.

Kerugian Warga: Hasil Bumi Tak Bisa Dikirim, Harga Bahan Pokok Melonjak

Warga setempat menyebut jembatan itu merupakan satu-satunya akses kendaraan bermotor yang menghubungkan perkebunan sawit dan karet ke pasar induk Kubu Raya. Sejak ambruk, petani kehilangan Rp 500 ribu per hari per kepala keluarga karena hasil panen tidak bisa dikeluarkan tepat waktu.

"Kami terpaksa jual ke pengepul dengan harga murah, karena ongkos angkut lewat jalur alternatif naik tiga kali lipat," kata Junaidi, seorang petani karet di Desa Sungai Raya Dalam. Harga sembako di warung-warung sekitar juga mulai naik karena pasokan tersendat.

Penyebab Ambruk: Struktur Kayu Lapuk Usia 15 Tahun, Beban Truk Sawit Berlebih

Hasil pemeriksaan awal Dinas PUPR Kalbar menunjukkan jembatan kayu yang dibangun pada 2010 itu sudah dalam kondisi kritis. Sebagian tiang penyangga utama lapuk dan tidak mampu menahan beban truk pengangkut tandan buah segar sawit yang melintas setiap hari.

"Beban maksimal jembatan hanya 5 ton, tapi truk yang lewat bisa mencapai 8-10 ton. Ini sudah berlangsung bertahun-tahun," ungkap Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalbar, Andi Suryanto. Pemerintah daerah berencana menggusur titik penimbangan liar di sekitar lokasi untuk mencegah kelebihan muatan ke depannya.

Penanganan Darurat: Jembatan Bailey Mulai Dipasang Pekan Depan

Dinas PUPR Kalbar sudah mendatangkan material jembatan baja tipe Bailey dari gudang provinsi. Pemasangan direncanakan dimulai pekan depan setelah pondasi selesai dikerjakan. Jembatan darurat ini akan memiliki lebar 4,5 meter dan mampu menahan beban hingga 10 ton.

Selama masa konstruksi, pemerintah desa menyediakan perahu motor untuk menyeberangkan warga dan barang ringan secara gratis. "Kami juga sudah koordinasi dengan TNI untuk bantu distribusi logistik ke desa-desa terdampak," tambah Gubernur Risman.

Warga berharap perbaikan jembatan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga dibangun ulang dengan spesifikasi yang lebih kuat dan tahan lama. "Kami minta jembatan beton, bukan kayu lagi. Jangan sampai kejadian ini terulang," tegas Junaidi.

Bagikan
Sumber: pontianak.tribunnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks