SINGKAWANG — Pemerintah Kota Singkawang resmi menggelar gerakan percepatan pencegahan stunting yang ditargetkan rampung pada 2026. Dinas Kesehatan setempat menjadi ujung tombak program ini dengan dua fokus utama: edukasi orang tua dan penguatan layanan posyandu di seluruh kelurahan.
Edukasi Orang Tua Jadi Prioritas Utama
Pemkot menilai pengetahuan orang tua tentang asupan gizi dan pola asuh anak masih menjadi titik lemah dalam upaya menekan stunting. Oleh karena itu, edukasi intensif akan menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan orang tua balita di 26 kelurahan se-Kota Singkawang.
Materi edukasi mencakup pemberian makanan pendamping ASI, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pentingnya sanitasi dan air bersih. Program ini dijadwalkan berjalan secara berkelanjutan hingga akhir 2025.
Posyandu Diperkuat sebagai Garda Depan
Layanan posyandu di Singkawang akan diperkuat dari segi sumber daya manusia dan peralatan. Dinkes akan menambah jumlah kader terlatih serta memastikan ketersediaan alat ukur tinggi badan dan berat badan yang akurat di setiap posyandu.
“Kader posyandu akan kami bekali pelatihan deteksi dini stunting agar intervensi bisa dilakukan lebih cepat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Singkawang dalam keterangan resmi yang diterima, Senin lalu.
Target 2026: Angka Stunting Turun Signifikan
Pemkot Singkawang menargetkan prevalensi stunting di kota itu bisa turun hingga di bawah 14 persen pada 2026. Angka ini merujuk pada target nasional yang dicanangkan pemerintah pusat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
Saat ini, angka stunting di Singkawang masih berada di kisaran 20 persen, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) terbaru. Artinya, Pemkot harus bekerja keras menurunkan angka tersebut dalam waktu kurang dari dua tahun.
Fakta Singkat Program Cegah Stunting Singkawang
- Edukasi orang tua digelar di 26 kelurahan se-Kota Singkawang
- Layanan posyandu diperkuat dengan tambahan kader terlatih dan alat ukur
- Target penurunan angka stunting dari 20 persen menjadi di bawah 14 persen pada 2026
Kolaborasi Lintas Sektor Digencarkan
Pemkot tidak bekerja sendiri. Gerakan ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Setiap instansi punya peran spesifik, mulai dari pendataan keluarga berisiko stunting hingga distribusi bantuan pangan bergizi.
Program ini juga menggandeng Puskesmas dan rumah sakit di Singkawang untuk memastikan layanan rujukan bagi balita yang terindikasi stunting bisa berjalan cepat. Pemkot berharap sinergi ini bisa mempercepat pencapaian target bebas stunting di kota berjuluk Kota Seribu Taman tersebut.