LANDAK — Anggota Komisi XII dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Cornelis, menyoroti kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi muda sebagai kunci keberlanjutan pembangunan di Kalimantan Barat. Hal tersebut ia sampaikan saat menggelar pertemuan reses bersama masyarakat di Dusun Bebehan, Desa Sidas, Kabupaten Landak, Kamis (7/05/2026).
Mantan Gubernur Kalimantan Barat dua periode ini menyatakan bahwa masa depan daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia mendorong para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan akses pendidikan yang layak serta jaminan kesehatan yang optimal sejak usia dini.
“Generasi Dayak harus pintar dan sehat. Anak-anak kita jangan sampai tertinggal. Pendidikan harus diperhatikan, kesehatan juga harus dijaga sejak dini,” tegas Cornelis di hadapan warga yang hadir.
Fokus Pencegahan Stunting dan Program Gizi Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Cornelis juga menyinggung sinergi antara kebijakan pusat dan kebutuhan di tingkat desa. Ia mengingatkan bahwa perhatian terhadap asupan makanan dan pencegahan stunting merupakan bagian dari program strategis nasional yang harus dikawal hingga ke pelosok daerah.
Menurutnya, persoalan stunting bukan sekadar masalah kesehatan jangka pendek, melainkan ancaman bagi daya saing generasi penerus Dayak di masa depan. Kelalaian dalam memantau tumbuh kembang anak dapat berdampak pada rendahnya kualitas SDM Kalimantan Barat secara keseluruhan.
“Program strategis Presiden itu salah satunya adalah gizi. Ini adalah hal yang sangat penting dan memang benar harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai anak-anak kita mengalami stunting karena kurang perhatian terhadap kesehatan dan asupan makanan,” ujar Cornelis.
Membangun Manusia Melampaui Proyek Infrastruktur
Cornelis berpendapat bahwa kemajuan sebuah daerah tidak boleh hanya diukur dari pembangunan fisik atau infrastruktur semata. Baginya, investasi pada manusia adalah fondasi utama agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton dalam derasnya arus pembangunan di Kalimantan Barat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Desa Sidas untuk lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia, seperti posyandu dan puskesmas. Pola makan keluarga dan pengawasan terhadap jenjang pendidikan anak harus menjadi prioritas utama di setiap rumah tangga.
“Kalau generasi kita sehat dan cerdas, maka masa depan Dayak dan Kalimantan Barat akan kuat,” tambahnya. Persiapan matang sejak saat ini dianggap sebagai satu-satunya cara agar generasi muda Dayak mampu menjadi kekuatan utama pembangunan di masa yang akan datang.