Pencarian

Startup Korea LetinAR Kembangkan Lensa Kacamata AI Tipis dan Hemat Daya, Target IPO 2027

Senin, 18 Mei 2026 • 19:29:33 WIB
Startup Korea LetinAR Kembangkan Lensa Kacamata AI Tipis dan Hemat Daya, Target IPO 2027
LetinAR kembangkan lensa kacamata AI tipis dan hemat daya dengan teknologi PinTILT.

KALIMANTAN BARAT — Pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) tengah memanas. Setelah Meta, Google, dan Samsung mulai merambah kategori ini, perhatian kini beralih ke pemasok komponen kunci yang membuat perangkat tersebut layak pakai sehari-hari. LetinAR, startup asal Korea Selatan yang sudah sepuluh tahun mengembangkan modul optik, baru saja mengumumkan pendanaan seri terbaru senilai 18,5 juta dolar AS dari Korea Development Bank dan Lotte Ventures.

Lensa Tipis yang Jadi "Jantung" Kacamata AI

CEO LetinAR Jaehyeok Kim dan CTO Jeonghun Ha, dua sahabat sejak SMA yang mendirikan perusahaan pada 2016, mengatakan tantangan terbesar industri kacamata pintar bukan pada prosesor atau baterai, melainkan pada lensa. Modul optik harus cukup tipis untuk muat di bingkai kacamata normal, ringan, dan hemat daya—sambil tetap menghasilkan gambar yang tajam.

"Kami melihat kacamata AI sebagai platform berikutnya. Modul optik adalah bagian tersulit yang harus benar," ujar Kim kepada TechCrunch.

PinTILT vs Teknologi Lensa Konvensional

LetinAR mengandalkan teknologi bernama PinTILT, yang menyusun elemen optik mikroskopis di dalam lensa untuk mengarahkan cahaya langsung ke mata pengguna. Pendekatan ini berbeda dari dua teknologi dominan saat ini: waveguide dan birdbath.

Teknologi waveguide, yang banyak dipakai kompetitor, menyebarkan cahaya ke seluruh permukaan lensa seperti TV. Hasilnya, lensa memang tipis, tapi banyak cahaya terbuang sehingga gambar redup dan baterai cepat habis. Sementara itu, teknologi birdbath yang berbasis cermin menghasilkan gambar lebih terang namun strukturnya terlalu tebal untuk kacamata sehari-hari.

PinTILT disebut mampu menggabungkan keunggulan keduanya: lensa tipis dengan efisiensi cahaya tinggi. Ha menjelaskan sistem ini hanya memfokuskan cahaya yang benar-benar masuk ke pupil mata, meminimalkan pemborosan energi.

Dampak Pendanaan dan Rencana IPO 2027

Pendanaan terbaru ini menjadi modal LetinAR untuk ekspansi produksi sebelum rencana penawaran umum perdana (IPO) di bursa Korea Selatan pada 2027. Investor sebelumnya, LG Electronics, dikabarkan media lokal sudah mulai mengembangkan kacamata AI sendiri—menunjukkan bahwa raksasa elektronik Korea itu serius menjadikan kategori ini sebagai lini bisnis baru.

Secara industri, momentum kacamata AI memang tak bisa diabaikan. Menurut data Omdia, pengiriman kacamata AI global melonjak lebih dari 300 persen menjadi 8,7 juta unit pada 2025, dan diproyeksikan menembus 15 juta unit tahun ini.

Apa Artinya bagi Konsumen?

Bagi pengguna, kemajuan teknologi optik seperti PinTILT berarti kacamata pintar masa depan bisa lebih ringan, tidak panas dipakai seharian, dan baterainya tahan lebih lama. Bayangkan navigasi muncul langsung di kaca helm saat berkendara 160 km/jam—skenario yang menurut LetinAR sudah akan diuji di jalan Eropa tahun ini—tanpa perlu smartphone atau dasbor tambahan.

Dengan persaingan yang semakin ketat di sisi perangkat keras (Meta Ray-Ban, Samsung-Gentle Monster, Google Android XR), pemasok komponen seperti LetinAR justru berada di posisi strategis. Mereka tidak harus menjual kacamata jadi ke konsumen, cukup menjadi "tukang kunci" yang lensanya dipakai oleh merek-merek besar.

FAQ

Apakah teknologi PinTILT sudah dipakai di produk yang dijual di Indonesia?
Belum. LetinAR masih dalam tahap pengembangan dan pendanaan. Produk komersial pertama yang menggunakan lensa ini kemungkinan baru muncul setelah 2026, tergantung jadwal produksi mitra merek kacamata.

Apa beda kacamata AI biasa dengan kacamata pintar yang sudah ada?
Kacamata AI generasi terbaru mengandalkan prosesor khusus untuk menjalankan model bahasa besar (LLM) secara lokal, sehingga bisa merespons perintah suara, menerjemahkan teks real-time, atau memberikan navigasi tanpa perlu terhubung terus ke cloud. Lensa yang efisien menjadi krusial karena perangkat ini harus beroperasi berjam-jam dengan baterai kecil.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks