Pencarian

Guru SMAS Kristen Immanuel Pontianak Tio Magdalena Manurung Lolos Program Pertukaran ke Korea Selatan, Angkat Budaya Dayak dan Bubur Pedas

Sabtu, 16 Mei 2026 • 22:21:01 WIB
Guru SMAS Kristen Immanuel Pontianak Tio Magdalena Manurung Lolos Program Pertukaran ke Korea Selatan, Angkat Budaya Dayak dan Bubur Pedas
Tio Magdalena Manurung, guru SMAS Kristen Immanuel Pontianak, lolos program pertukaran guru ke Korea Selatan.

PONTIANAK — Tio Magdalena Manurung, pengajar di SMAS Kristen Immanuel Pontianak, berhasil lolos sebagai salah satu perwakilan guru Indonesia dalam program pertukaran guru ke Korea Selatan. Program yang bertajuk Indonesia–Korea Teacher Exchange (IKTE) 2026 ini berada di bawah naungan APCEIU, sebuah pusat pendidikan internasional di kawasan Asia-Pasifik.

Perjalanan untuk mencapai kursi pertukaran itu tidak singkat. Tio menuturkan bahwa seleksi tahap pertama adalah pemberkasan dokumen yang memakan waktu hampir satu bulan.

“Banyak yang harus disiapkan seperti mulai dari sertifikat kemampuan Bahasa Inggris, surat izin Kepala Sekolah, hingga surat rekomendasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat,” katanya kepada Suarakalbar.co.id, Senin (16/6/2026).

Proyek Plan dan Video Presentasi Berisi Identitas Kalbar

Tahap kedua seleksi, Tio harus membuat project plan dan video presentasi yang kemudian dipresentasikan di Jakarta. Dalam video itu, ia tidak hanya memaparkan rencana pembelajaran, tetapi juga menampilkan kekayaan budaya lokal.

“Saya menampilkan identitas budaya Kalbar lewat tarian Dayak, proses memasak Bubur Pedas khas Sambas, serta aktivitas merajut yang mengintegrasikan kain tenun Dayak Sintang,” ujarnya.

Pendekatan ini menjadi nilai tambah tersendiri. Tio tidak sekadar mengajukan proposal teknis, tetapi juga membawa identitas daerah sebagai bagian dari materi pertukaran.

Fokus pada STEM dan Integrasi AI dalam Pembelajaran

Komitmen Tio dalam program ini tidak berhenti pada seleksi. Ia berencana mengembangkan profesionalisme di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran.

“Saya ingin belajar langsung dari sistem pendidikan Korea Selatan yang dikenal maju dalam bidang tersebut,” tambahnya.

Selain memperkuat kompetensi STEM, Tio juga berharap program ini dapat mengasah kemampuan komunikasi antarbudaya dan kolaborasi internasional. Sebab, peserta program tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari Korea Selatan, Vietnam, dan Thailand.

Program IKTE 2026 dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Keberangkatan Tio ke Korea Selatan menandai langkah baru bagi guru asal Pontianak untuk membawa nama Kalimantan Barat di kancah pendidikan internasional.

Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks