Pencarian

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan Ingatkan Pemimpin Jadi Lem Perekat dan Payung Pelindung di Tengah 24 Suku

Senin, 18 Mei 2026 • 11:20:50 WIB
Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan Ingatkan Pemimpin Jadi Lem Perekat dan Payung Pelindung di Tengah 24 Suku
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mengajak pemimpin menjadi perekat masyarakat yang majemuk.

KUBU RAYA — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, meminta para pemimpin di daerah untuk menjadi perekat yang kuat bagi masyarakat yang majemuk. Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri Haul Akbar IV Persaudaraan Tokoh Madura Kalbar di Masjid Azzaitun, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya.

“Kami ini harus menjadi lem, Pak. Lem perekat. Bukan sembarang lem, tapi lem yang ketika ditempelkan tidak bisa lepas lagi,” ujar Krisantus dalam sambutannya di hadapan Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto, para kiai, dan tokoh masyarakat setempat.

Pidato Bahasa Madura Diterjemahkan Warga Dayak Asli

Suasana akrab mewarnai acara ketika Krisantus menceritakan pengalamannya berpidato menggunakan bahasa Madura halus di sebuah kesempatan sebelumnya. Ia mengaku terkejut karena pidatonya justru diterjemahkan oleh seorang warga Dayak asli yang fasih berbahasa Madura halus.

“Ini artinya apa Bapak-Ibu? Kita sudah menyatu. Belum tentu orang Madura bisa berbahasa Madura halus, tetapi orang Dayak justru bisa. Ini wujud dari kolaborasi,” kata Krisantus, disambut tawa dan tepuk tangan dari para hadirin.

Pemimpin Harus Jadi Payung dan Penyejuk

Krisantus menegaskan bahwa tugas pemimpin tidak hanya sebagai perekat, tetapi juga harus menjadi pelindung tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya. Ia menyebut Kalimantan Barat memiliki 24 suku yang harus terus hidup rukun dan saling menghormati.

“Kami juga harus menjadi payung, menjadi penyejuk bagi seluruh komponen masyarakat Kalimantan Barat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga berkelakar mengenai penampilannya yang dinilai cocok saat mengenakan pakaian adat Sakera lengkap dengan celurit. Ia mengaku lahir di Bangkalan tapi bercanda menyebutnya Bangkalan ‘KW’ karena keturunan dari Sepauk, Kabupaten Sintang.

Warga Madura Diingatkan Jaga Identitas sebagai Bagian Bumi Khatulistiwa

Secara khusus, Krisantus berpesan kepada masyarakat Madura di Kalbar agar terus menanamkan identitas sebagai bagian dari masyarakat Bumi Khatulistiwa. Ia mengajak seluruh elemen untuk tidak membesar-besarkan perbedaan atau menciptakan pertentangan.

“Saya juga mengajak masyarakat untuk tidak membesar-besarkan perbedaan atau menciptakan pertentangan, mengingat semua manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Kubu Raya yang juga Ketua IKBM Provinsi Kalbar H. Sukiryanto, Ketua IKAMA Kalbar, Rektor IAIN Pontianak, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks