Pencarian

Pertamina Patra Niaga dan Indo Sino Oil and Gas Teken Kontrak Gas Bumi dari Lapangan Karamba, Pasok Kilang Balikpapan hingga 2037

Jumat, 15 Mei 2026 • 12:11:41 WIB
Pertamina Patra Niaga dan Indo Sino Oil and Gas Teken Kontrak Gas Bumi dari Lapangan Karamba, Pasok Kilang Balikpapan hingga 2037
Pertamina Patra Niaga dan Indo Sino Oil and Gas resmi teken kontrak pasokan gas bumi untuk Kilang Balikpapan hingga 2037.

JAKARTA — Kepastian pasokan energi untuk kilang strategis di Kalimantan Timur terjawab sudah. Pertamina Patra Niaga dan Indo Sino Oil and Gas (ISOG) menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) dari Lapangan Karamba, WK Wain. Acara berlangsung di Gedung Wisma Mulia SKK Migas, Jakarta, Senin (11/5).

Kontrak ini memastikan gas bumi dari lapangan tersebut mengalir ke Refinery Unit V Balikpapan hingga 2037. Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, yang tengah digenjot untuk menghasilkan BBM rendah sulfur, juga ikut diuntungkan. "Momentum ini sangat berharga karena membuktikan bahwa kolaborasi antara hulu dan hilir merupakan sebuah keniscayaan yang harus dibangun bersama," ujar Direktur Niaga Pertamina Patra Niaga, Erwin Suryadi.

Gas Bumi Jadi Kunci Produksi BBM Rendah Sulfur

Menurut Erwin, dukungan pasokan gas yang andal menjadi syarat mutlak untuk menghasilkan produk BBM rendah sulfur (low sulfur). Tanpa gas bumi yang cukup, proses pengolahan di kilang tidak bisa berjalan optimal. "Untuk menghasilkan produk BBM rendah sulfur, dibutuhkan dukungan pasokan gas yang andal," tegasnya.

Lewat kerja sama ini, Pertamina Patra Niaga dan ISOG tak hanya mengamankan pasokan untuk Kilang Balikpapan. Keduanya juga membuka peluang pengembangan kerja sama lanjutan untuk memanfaatkan potensi gas dari Lapangan Mentawir. Langkah ini dinilai sebagai bentuk sinergi hulu-hilir yang memperkuat rantai pasok energi nasional.

SKK Migas: Serapan Gas Optimal Dongkrak Penerimaan Negara

Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Desti Melani, menyambut baik penandatanganan ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pelaku usaha hulu migas dan Pertamina Patra Niaga sebagai offtaker. "Kami berharap Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga dapat menyerap hasil produksi gas secara optimal, termasuk dari WK Wain," kata Desti.

Desti menambahkan, serapan gas yang optimal akan mendukung target lifting dan penerimaan negara tahun 2026. Ia juga berharap seluruh proses operasional yang dijalankan bersama operator, dalam hal ini Indo Sino Oil and Gas, berjalan lancar. "Dukungan seluruh pihak sangat diperlukan agar realisasi berjalan baik," ujarnya.

Penandatanganan Disaksikan Langsung Regulator

Prosesi penandatanganan PJBG dilakukan oleh Erwin Suryadi dan Direktur sekaligus General Manager ISOG, Tang Zhongfu. Acara turut disaksikan oleh Desti Melani, Kepala Divisi Komersialisasi Minyak dan Gas Bumi SKK Migas Ufo Budiarius Anwar, serta Kepala Departemen Komersialisasi Gas Bumi SKK Migas Selvi. Buddy Beer, selaku President and General Manager Pandawa Prima Lestari yang merupakan mitra ISOG, juga hadir.

Melalui perjanjian ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional. Pengelolaan pasokan energi yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi target utama ke depan.

Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks