Pencarian

Ask.com Resmi Tutup Layanan Mesin Pencari pada 1 Mei 2026

Minggu, 03 Mei 2026 • 16:16:59 WIB
Ask.com Resmi Tutup Layanan Mesin Pencari pada 1 Mei 2026
Ask.com resmi menghentikan layanan mesin pencari mulai 1 Mei 2026.

Ask.com resmi menghentikan seluruh operasional bisnis mesin pencari dan layanan tanya jawab mulai 1 Mei 2026 mendatang. Keputusan induk usaha IAC ini menandai berakhirnya perjalanan pionir pencarian bahasa natural yang sempat populer di Indonesia pada era 2000-an sebelum dominasi total Google.

Kabar mengejutkan datang dari dunia teknologi veteran. IAC selaku perusahaan induk secara resmi mengumumkan penghentian seluruh bisnis pencarian mereka, termasuk situs legendaris Ask.com. Langkah ini mengakhiri sejarah panjang platform yang telah menemani pengguna internet selama tiga dekade terakhir.

Keputusan tersebut dikonfirmasi melalui pernyataan resmi yang muncul di laman utama situs tersebut. Manajemen IAC menyatakan bahwa perusahaan kini tengah melakukan penajaman fokus bisnis yang berujung pada penutupan layanan yang dulunya dikenal dengan nama Ask Jeeves tersebut.

"Seiring langkah IAC untuk terus mempertajam fokusnya, kami telah mengambil keputusan untuk menghentikan bisnis pencarian kami, yang mencakup Ask.com. Setelah 25 tahun menjawab pertanyaan dunia, Ask.com resmi ditutup pada 1 Mei 2026," tulis pesan resmi di situs Ask.com.

Pionir Pencarian Bahasa Natural Sebelum Era AI

Lahir pada tahun 1996, Ask Jeeves muncul dengan konsep yang sangat maju pada masanya. Berbeda dengan mesin pencari awal yang mengandalkan kata kunci kaku, platform ini memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan dalam bahasa sehari-hari. Karakter ikonik "Jeeves", seorang pelayan Inggris yang serba tahu, menjadi wajah ramah bagi pengguna internet generasi awal.

Banyak pakar teknologi menilai pendekatan Ask Jeeves merupakan cikal bakal dari cara kerja chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) masa kini. Namun, meski memiliki start yang kuat, posisi mereka perlahan tergerus oleh efisiensi algoritma Google yang mulai mendominasi pasar global sejak awal milenium baru.

IAC mengakuisisi Ask Jeeves pada tahun 2005 dan segera menghapus nama "Jeeves" untuk menyederhanakan merek menjadi Ask.com. Sayangnya, perubahan identitas ini tidak cukup kuat untuk membendung migrasi besar-besaran pengguna ke ekosistem Google yang lebih terintegrasi.

Kalah Saing dan Pergeseran Fokus ke Tanya Jawab

Tanda-tanda kejatuhan Ask.com sebenarnya sudah terlihat sejak belasan tahun lalu. Pada tahun 2010, IAC mulai memangkas operasional mesin pencarinya dan mencoba mengubah haluan menjadi platform tanya jawab (Q&A) murni untuk menghindari benturan langsung dengan Google.

Chairman IAC, Barry Diller, bahkan pernah melontarkan pernyataan pesimistis dalam acara TechCrunch Disrupt tahun 2010. Ia mengakui secara terbuka bahwa posisi Ask.com sudah tidak lagi kompetitif di pasar pencarian global.

"Ask.com tidak kompetitif dengan Google dan tidak lagi memiliki nilai dalam valuasi saham IAC," ujar Barry Diller saat itu. Pernyataan ini menjadi sinyal awal bahwa Ask.com hanya tinggal menunggu waktu sebelum akhirnya benar-benar dipensiunkan.

Kenangan Pengguna di Indonesia

Bagi netizen Indonesia yang aktif di era 2000-an hingga 2010-an, Ask.com memiliki memori tersendiri. Platform ini sering kali muncul di peramban (browser) melalui "Ask Toolbar" yang biasanya terpasang otomatis saat pengguna mengunduh perangkat lunak tertentu.

Meski sering dianggap sebagai bloatware atau aplikasi tambahan yang mengganggu, Ask.com sempat menjadi alternatif bagi mereka yang mencari jawaban spesifik dalam format diskusi. Penutupan ini menambah daftar panjang raksasa internet era dot-com yang harus menyerah pada perubahan zaman, menyusul nama-nama seperti Yahoo (dalam format lamanya) dan MSN Search.

Meskipun layanan teknisnya akan hilang sepenuhnya dari internet pada Mei 2026, pihak perusahaan mencoba memberikan salam perpisahan yang sentimental bagi para pengguna setianya. Dalam pesan penutupnya, mereka menegaskan bahwa meski situsnya mati, "Semangat Jeeves tetap abadi."

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks