KUBU RAYA — Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama BP Tapera merilis daftar hunian subsidi terbaru di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Sebanyak lima proyek perumahan menawarkan unit dengan harga seragam sebesar Rp 182 juta bagi masyarakat Kalimantan Barat.
Data ini bersumber dari Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) yang diperbarui pada Minggu (3/5/2026). Seluruh unit yang ditawarkan merupakan rumah tipe 36 dengan luas lahan bervariasi hingga 150 meter persegi, menyesuaikan kebutuhan ruang bagi keluarga muda.
Daftar Hunian Tipe 36 dengan Luas Lahan Maksimal
Salah satu pilihan utama adalah Nuansa Alam Residence 3 yang dikembangkan oleh PT Family Sejahtera Bersama. Perumahan yang terdaftar sebagai anggota Real Estate Indonesia (REI) ini menawarkan luas bangunan 36 meter persegi di atas lahan mencapai 150 meter persegi. Unit ini dilengkapi dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi.
Pilihan lainnya adalah Hatta Residence besutan PT Sri Akbar Jaya yang tergabung dalam Apersi. Berbeda tipis secara dimensi, hunian ini memiliki luas bangunan 35,7 meter persegi dengan luas lahan 145 meter persegi. Pengembang mematok harga Rp 182 juta untuk unit yang sudah dilengkapi dua kamar tidur tersebut.
Selanjutnya, Alfi Kheir Property 2 Tahap 3 yang dikelola PT Putra Haji Salman juga menawarkan spesifikasi serupa. Dengan luas lahan 145 meter persegi, proyek ini menjadi bagian dari pengembangan tahap ketiga yang fokus pada penyediaan rumah layak huni bagi pekerja di sekitar Kubu Raya.
Spesifikasi Teknis Bangunan dan Material yang Digunakan
Setiap pengembang menerapkan standar material berbeda meskipun berada di rentang harga yang sama. Hatta Residence menggunakan fondasi beton bertulang dengan dinding batako plester dan atap spandek. Bagian interior sudah menggunakan keramik ukuran 50x50 cm yang memberikan kesan luas pada ruangan.
Nuansa Alam Residence 3 memilih spesifikasi fondasi cakar ayam dan cerucuk untuk memperkuat struktur bangunan. Atapnya menggunakan genteng dengan kerangka kayu, sementara dinding tetap menggunakan batako plester. Penggunaan material ini disesuaikan dengan karakteristik lahan di wilayah Kalimantan Barat.
Pada proyek Alfi Kheir Property 2, pengembang menggunakan fondasi cakar ayam setinggi 70 cm. Atap bangunan menggunakan seng metal dengan lantai keramik ukuran 40x40 cm. Standar ini menjadi acuan minimum bagi rumah subsidi agar tetap kokoh namun tetap terjangkau bagi konsumen.
Pilihan Lokasi Borneo Living Estate dan Rica Residence 5
Borneo Living Estate yang dikembangkan PT Borneo Real Properti menjadi opsi bagi warga yang mencari lahan lebih ringkas, yakni 120 meter persegi. Struktur bangunan menggunakan fondasi batu kali yang dicor dengan dinding batako dan lantai porslin. Pengembang ini tercatat sebagai anggota resmi Real Estate Indonesia (REI).
Rica Residence 5 menawarkan luas lahan 123,25 meter persegi dengan spesifikasi fondasi besi 10x8 setinggi 80 cm. Proyek milik PT Rica Jaya Mandiri ini menggunakan atap seng metal dan lantai keramik 40x40 cm. Sama seperti unit lainnya, terdapat dua kamar tidur untuk menunjang kebutuhan privasi penghuni.
Kehadiran lima proyek perumahan ini memperluas opsi bagi warga Kubu Raya yang ingin memiliki aset properti perdana. Seluruh informasi mengenai ketersediaan unit dan proses pengajuan dapat diakses secara transparan melalui situs resmi SiKumbang yang dikelola pemerintah.
Calon pembeli disarankan melakukan pengecekan langsung ke lokasi proyek untuk memastikan progres pembangunan dan aksesibilitas kawasan. Pastikan pengembang telah terdaftar secara resmi di asosiasi seperti REI atau Apersi guna menjamin keamanan transaksi dan kualitas bangunan jangka panjang.