Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Turun ke Jakbar, Serap Langsung Keluhan Warga soal Keamanan

Penulis: Pandu Wibisono  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 16:05:31 WIB
Pangdam Jaya dan Kapolda Metro berdialog langsung dengan warga Jakarta Barat terkait keamanan lingkungan.

KALIMANTAN BARAT — Dialog tatap muka tanpa sekat birokrasi itu digelar di sejumlah titik di Jakarta Barat. Pangdam Jaya dan Kapolda Metro bergantian mendengarkan keluhan warga mulai dari masalah premanisme, kemacetan akibat parkir liar, hingga keresahan akan peredaran narkoba di lingkungan permukiman.

Curhat Warga yang Diserap Langsung Pangdam dan Kapolda

Dalam kesempatan tersebut, warga tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga memberikan masukan terkait patroli keamanan yang dinilai belum maksimal di beberapa kelurahan. Seorang perwakilan warga dari Kecamatan Cengkareng, misalnya, mengeluhkan maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor yang kerap terjadi pada dini hari.

"Kami minta patroli ditingkatkan, terutama jam 2 sampai jam 4 pagi. Kadang ada yang lihat, tapi takut lapor karena pelaku pakai senjata tajam," ujar warga tersebut dalam forum yang berlangsung di salah satu RW di Jakbar.

Aparat Gabungan Siap Tindak Lanjut

Menanggapi hal itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri menyatakan akan segera menginstruksikan jajaran Polres Metro Jakarta Barat untuk memetakan titik rawan dan meningkatkan frekuensi patroli. Ia menegaskan bahwa pendekatan dialogis ini akan menjadi pola baru dalam menjaring informasi dari masyarakat.

"Program ini bukan seremonial. Semua curhat yang masuk hari ini akan kami tindaklanjuti, baik oleh TNI maupun Polri," kata Asep di hadapan warga.

Sementara itu, Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi menambahkan bahwa sinergi antara TNI dan Polri di tingkat lapangan akan diperkuat untuk merespons keluhan yang membutuhkan penanganan cepat. Ia mencontohkan, untuk masalah premanisme di pasar tradisional, aparat gabungan akan diterjunkan secara rutin.

Bukan Sekadar Mendengar, Ada Target Jangka Panjang

Program 'Jaga Jakarta On The Spot' sendiri dirancang sebagai forum rutin yang berpindah-pindah lokasi setiap pekannya. Dengan cara ini, Pangdam dan Kapolda berharap tidak ada lagi kesenjangan informasi antara kebijakan pusat dan kebutuhan riil warga di tingkat RT/RW.

"Kami ingin Jakarta benar-benar aman. Bukan aman di atas kertas, tapi aman yang dirasakan ibu-ibu saat berjualan di pagi hari atau bapak-bapak pulang kerja malam hari," ujar Deddy.

Dialog di Jakbar ini menjadi titik awal dari rangkaian tur keliling Jakarta yang direncanakan berlangsung hingga akhir tahun. Setiap keluhan yang masuk akan didokumentasikan dan menjadi bahan evaluasi operasional satuan kewilayahan.

Reporter: Pandu Wibisono
Back to top