KALIMANTAN BARAT — Pelatih Ronald Koeman telah mengumumkan 23 pemain De Oranje untuk turnamen yang berlangsung 11 Juni hingga 19 Juli mendatang. Nama Pascal Struijk tidak masuk dalam daftar, kalah bersaing dengan bek-bek top seperti Nathan Ake, Denzel Dumfries, Jurriën Timber, dan Virgil van Dijk.
Kegagalan Struijk menembus skuad Belanda membuat PSSI berpeluang besar meyakinkan pemain keturunan Indonesia-Belanda itu. Ia memiliki garis keturunan dari ibu yang berasal dari Semarang dan sudah lama masuk radar naturalisasi PSSI.
Pengamat sepak bola senior, Ronny Pangemanan, menilai kegagalan Struijk ke Piala Dunia 2026 membuat kans Indonesia semakin terbuka. "Harapan kita untuk bisa mendapatkan pemain ini semakin terbuka," ujar Ropan via kanal YouTube Bicara Ropan.
Ropan menambahkan, proses naturalisasi kini bergantung pada negosiasi PSSI dengan pemain Leeds United tersebut. "Ketua umum PSSI dan pelatih John Herdman harus bisa meyakinkan Pascal Struijk. Dia bisa bergabung dan bermain paling tidak kalau diurus dari sekarang," jelasnya.
Jika proses naturalisasi berjalan mulus, Struijk diproyeksikan menjadi duet tangguh bersama Jay Idzes di jantung pertahanan Timnas Indonesia. "Jantung pertahanan kita akan semakin kuat," ujar Ropan.
Menurut Ropan, kehadiran Struijk memberi fleksibilitas taktik bagi pelatih John Herdman. "Mau bermain dengan flat empat bek oke. Mau bermain dengan tiga bek juga dia siap. Semua berpulang kepada pelatih," pungkasnya.
Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani sederet turnamen penting ke depan, termasuk FIFA matchday Juni 2026, Piala AFF 2026, FIFA ASEAN Cup 2026, dan Piala Asia 2027. Jika naturalisasi rampung, Struijk bisa memperkuat Skuad Garuda mulai ajang FIFA ASEAN Cup pada 21 September hingga 6 Oktober 2026.