Proyek Kereta Api Trans-Kalimantan Sepanjang 1.620 Km Resmi Terkoneksi dengan Jalur Pontianak, Brunei, Sabah, dan IKN

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Rabu, 27 Mei 2026 | 13:17:27 WIB
Jalur kereta api Trans-Kalimantan sepanjang 1.620 km resmi terkoneksi dengan Pontianak, Brunei, Sabah, dan IKN.

PONTIANAK — Rencana pembangunan jalur kereta api Trans-Kalimantan yang membentang sepanjang 1.620 kilometer secara resmi terintegrasi dengan proyek kereta cepat Trans Borneo. Jalur ini direncanakan menghubungkan Kota Pontianak di Kalimantan Barat, Brunei Darussalam, Sabah di Malaysia Timur, hingga Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Sejalan dengan Proyek TBR Milik Brunergy

Proyek ambisius ini disebut-sebut beriringan dengan rencana pengembangan jalur kereta api oleh Brunergy, perusahaan energi asal Brunei. Melalui proyek TBR (Trans Borneo Railway), Brunergy sebelumnya telah mengumumkan rencana pembangunan jalur kereta yang melintasi kawasan Kalimantan dan Serawak.

Integrasi kedua proyek ini dinilai akan mempercepat konektivitas antarwilayah di Pulau Kalimantan yang selama ini sangat bergantung pada transportasi darat dan sungai. Jalur kereta api ini diharapkan menjadi tulang punggung logistik dan mobilitas warga di tiga negara.

Rute Strategis: Pontianak hingga IKN

Rute utama Trans-Kalimantan membentang dari Pontianak sebagai pusat ekonomi Kalimantan Barat, menuju perbatasan Entikong, lalu masuk ke wilayah Serawak dan Brunei. Dari Brunei, jalur akan berlanjut ke Sabah dan berakhir di IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

  • Pontianak — Gerbang barat Kalimantan yang menjadi titik awal jalur kereta.
  • Brunei Darussalam — Negara tujuan utama yang akan terhubung langsung melalui jalur darat.
  • Sabah — Wilayah Malaysia Timur yang menjadi simpul logistik regional.
  • IKN — Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur sebagai titik akhir jalur.

Dampak bagi Warga Kalimantan Barat

Bagi warga Kalimantan Barat, proyek ini membuka peluang baru dalam mobilitas dan perdagangan lintas batas. Selama ini, perjalanan darat dari Pontianak ke perbatasan Entikong memakan waktu hingga 6 jam. Dengan adanya jalur kereta, waktu tempuh diprediksi bisa terpangkas signifikan.

Selain itu, konektivitas ke Brunei dan Sabah akan membuka akses pasar baru bagi produk UMKM lokal, terutama komoditas perkebunan dan hasil hutan. Pelaku usaha di Pontianak dan Kabupaten Sanggau diperkirakan menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Fakta Singkat Proyek Trans-Kalimantan

  • Panjang total: 1.620 kilometer, melintasi tiga negara (Indonesia, Malaysia, Brunei).
  • Jalur ini akan terintegrasi dengan proyek TBR milik Brunergy dari Brunei.
  • Stasiun utama di Indonesia direncanakan di Pontianak, Entikong, dan IKN.
  • Proyek ini masuk dalam rencana strategis pembangunan infrastruktur konektivitas antarwilayah di Kalimantan.

Tahapan dan Tantangan ke Depan

Hingga saat ini, pemerintah daerah di Kalimantan Barat masih menunggu kepastian skema pendanaan dan regulasi lintas batas antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Proyek ini membutuhkan kesepakatan bilateral dan multilateral terkait jalur perlintasan, bea cukai, serta standar teknis rel kereta.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Barat sebelumnya menyebut bahwa kajian teknis dan studi kelayakan masih berjalan. Pihaknya berharap proyek ini bisa masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar ada alokasi anggaran untuk tahap awal pembebasan lahan.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top