PONTIANAK — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku mulai Sabtu (16/5/2026) hingga Selasa (18/5/2026). Masyarakat diminta tidak lengah terhadap dampak yang bisa ditimbulkan, seperti genangan air, banjir di titik rendah, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi.
“Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terkini dari BMKG,” demikian bunyi imbauan resmi yang dirilis BMKG Kalbar, Sabtu pagi.
BMKG Kalbar mencatat ada dua periode kritis yang perlu diantisipasi. Fase pertama adalah hujan lebat pada 16-18 Mei. Setelah itu, cuaca diprakirakan berubah drastis pada 19 hingga 22 Mei, di mana sebagian wilayah akan memasuki periode kering yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Potensi hujan diperkirakan kembali muncul pada 20 dan 21 Mei. Namun, jeda cuaca kering di antara tanggal tersebut dinilai cukup untuk memicu munculnya titik api jika ada aktivitas pembakaran lahan.
Imbauan BMKG Kalbar tidak hanya ditujukan kepada masyarakat umum. Para pemangku kepentingan dan pelaku usaha di sektor perkebunan maupun pertanian secara khusus diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Sebab, dua sektor ini paling rentan terhadap praktik pembakaran lahan yang kerap terjadi saat musim kemarau pendek.
BMKG Kalbar mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang cenderung kering di beberapa titik dapat mempercepat penyebaran api apabila lahan sudah terbakar. Antisipasi sejak dini dinilai lebih efektif ketimbang pemadaman setelah api membesar.
BMKG Kalbar mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi mereka. Informasi analisis dan prospek cuaca Kalimantan Barat dapat diakses secara berkala untuk membantu warga merencanakan aktivitas harian maupun langkah mitigasi.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa transisi cuaca di Kalimantan Barat dalam sepekan ke depan tergolong cepat. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan dekat dengan lahan gambut diminta lebih waspada terhadap dua jenis ancaman yang datang bergantian.