KALIMANTAN BARAT — Toyota FJ Cruiser bekas masih dijual di kisaran US$35.000 hingga US$55.000 untuk unit dengan jarak tempuh di bawah 100.000 mil, nyaris setara harga barunya dulu. Model yang berhenti diproduksi untuk pasar Amerika Utara pada 2014 ini tetap diburu karena warisan Land Cruiser dan kemampuan off-road-nya. Calon pembeli perlu tahu sejumlah masalah teknis sebelum memutuskan membeli.
Toyota FJ Cruiser bukan sekadar SUV biasa. Model ini dibangun di atas sasis yang sama dengan Toyota Land Cruiser Prado, workhorse global Toyota yang dikenal tangguh di medan berat. Produksinya untuk pasar Amerika Utara berhenti pada 2014, tetapi di sejumlah pasar lain seperti Chile, Timur Tengah, dan Afrika Selatan, FJ Cruiser bertahan tanpa perubahan hingga 2022.
Penjualan di Amerika Serikat dimulai kuat dengan 56.225 unit pada 2006. Angka itu merosot tajam menjadi 14.718 unit pada tahun terakhirnya di pasar tersebut. Meski sudah 12 tahun tak diproduksi, harga bekasnya tidak serta-merta turun.
Harga Bekas Masih di Atas Rp 500 Juta
Pencarian di Autotrader menunjukkan FJ Cruiser bekas di seluruh Amerika Serikat ditawarkan pada rentang US$35.000 sampai US$55.000 untuk unit dengan jarak tempuh di bawah 100.000 mil. Angka itu setara atau bahkan melampaui harga jual terakhir model ini saat masih baru.
Untuk mendapatkan unit di bawah US$10.000, calon pembeli harus siap menerima kendaraan dengan jarak tempuh lebih dari 300.000 mil. Jumlah unit seperti itu pun sangat sedikit di pasaran. Dibandingkan beberapa model Land Cruiser lain, harga tersebut masih tergolong wajar.
Dibangun untuk Medan Off-Road Sejak Awal
FJ Cruiser mengusung ground clearance 9,6 inci dengan departure angle yang baik. Toyota membekalinya dengan A-TRAC (Active Traction Control) dan rear electronic locking differential untuk menaklukkan medan berat. Sebelum dirilis, model ini diuji di jalur off-road Grand Junction, Colorado, dan Moab, Utah.
Dapur pacunya mengandalkan mesin 4.0 liter V6. Tenaga awalnya 239 horsepower pada 2007, lalu naik menjadi 260 hp pada 2012. Sasis body-on-frame dipadukan suspensi depan independen dan live rear axle. Konfigurasi ini kokoh, tetapi boros bahan bakar.
Rating resmi EPA untuk FJ Cruiser rata-rata sekitar 17 mpg di kota dan 20 mpg di jalan tol, bergantung tahun dan konfigurasi. Toyota menawarkan pilihan transmisi manual dengan penggerak empat roda penuh, serta transmisi otomatis dengan opsi penggerak roda belakang saja.
Rekam Jejak Keandalan dan Skor Kepuasan Pemilik
Secara umum, FJ Cruiser tergolong andal. JD Power memberi skor 84 hingga 86 dari 100. Pemilik di Kelly Blue Book menilai model ini 4,8 dari 5 di berbagai tahun produksi. Namun, ada sejumlah catatan penting yang perlu diwaspadai calon pembeli.
Karatan Rangka Jadi Masalah Paling Serius
Karatan menjadi persoalan besar di seluruh rentang produksi FJ Cruiser, termasuk jenis yang menggerogoti rangka. Toyota sempat mengeluarkan recall untuk 4Runner dan Tacoma yang berbagi platform karena masalah serupa, tetapi tidak untuk FJ Cruiser.
Unit produksi sebelum 2010 punya masalah inner fender yang menggembung hingga memicu keretakan struktural pada dinding fender bagian dalam. Pemilik juga melaporkan getaran pada drivetrain, setir yang bergetar, dan driveshaft bermasalah sebagai hal yang perlu diperiksa.
Warna dan Edisi Khusus Berubah Tiap Tahun
Toyota tidak membuat banyak level trim untuk FJ Cruiser. Pabrikan memilih satu trim dengan opsi konfigurasi luas. Pilihan warna berganti setiap tahun, dengan warna baru masuk dan warna lama dihentikan.
Toyota juga merilis Special Edition setiap tahun model kecuali 2009. Edisi ini biasanya berupa paket monokromatik dengan atap sewarna bodi. Aksesori off-road tambahan dan paket roda juga tersedia sebagai opsi.
Tantangan terbesar membeli FJ Cruiser bekas adalah menemukan unit yang sesuai keinginan. Begitu menemukannya, sejarah menunjukkan pemiliknya enggan melepasnya kembali.